Sinergi Lintas Sektor: Edukasi Tablet Tambah Darah untuk Generasi Bebas Anemia di SMPN 2 Mataraman

Bagikan ke WhatsApp Gunakan salah satu tombol ini agar keterangan portal ikut terkirim setelah link.

MATARAMAN, InfoPublik – Meningkatkan kesadaran kesehatan peserta didik menjadi salah satu perhatian SMPN 2 Mataraman, khususnya dalam upaya mencegah anemia pada remaja putri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Tablet Tambah Darah (TTD) yang diikuti puluhan siswi, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Muhammad Yasir, bersama perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ratna, serta Puskesmas Mataraman, Oktaviany. Kolaborasi lintas sektor tersebut memberikan pemahaman kepada para siswi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan.

Dalam pemaparannya, Muhammad Yasir menjelaskan bahwa remaja putri membutuhkan asupan zat besi yang cukup, terlebih karena berada dalam masa pertumbuhan dan mengalami menstruasi secara berkala. Konsumsi Tablet Tambah Darah secara teratur sesuai anjuran menjadi salah satu upaya penting untuk membantu mencegah anemia.

“Remaja putri perlu memperhatikan kecukupan zat besi karena kebutuhan nutrisi pada masa pertumbuhan sangat penting. Konsumsi Tablet Tambah Darah secara teratur sesuai anjuran menjadi salah satu upaya untuk membantu mencegah anemia,” jelas Muhammad Yasir.

Sementara itu, Ratna dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar memaparkan dampak anemia yang tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi fisik dan daya tahan tubuh, tetapi juga dapat mengganggu konsentrasi serta prestasi belajar. Pihaknya turut mendukung pendistribusian Tablet Tambah Darah secara berkala sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia pada remaja putri.

Penjelasan mengenai tata cara konsumsi TTD yang tepat juga disampaikan Oktaviany dari Puskesmas Mataraman. Para siswi diberikan pemahaman untuk mengonsumsi tablet sesuai petunjuk, menggunakan air putih atau minuman yang mengandung vitamin C, serta menghindari teh dan kopi di sekitar waktu konsumsi karena dapat menghambat penyerapan zat besi. Puskesmas Mataraman juga siap mendukung pemantauan program minum TTD bersama secara rutin di sekolah.

Melalui sosialisasi ini, para siswi diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan membiasakan perilaku hidup sehat sejak usia remaja. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menunjang kebugaran dan kelancaran proses pembelajaran.

Sinergi antara satuan pendidikan, tenaga kesehatan, dan institusi pendidikan kesehatan tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang remaja putri. SMPN 2 Mataraman berharap upaya pencegahan anemia dapat membentuk generasi yang sehat, aktif, dan mampu meraih prestasi secara optimal.


Komentar