Dari Limbah Menjadi Berkah, SMPN 1 Aranio Olah Sampah Organik untuk Penghijauan Sekolah

Bagikan ke WhatsApp Gunakan salah satu tombol ini agar keterangan portal ikut terkirim setelah link.

ARANIO, InfoPublik – Komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan berkelanjutan terus diwujudkan SMPN 1 Aranio. Salah satunya dengan mengolah limbah organik menjadi pupuk kompos cair dan padat yang dilaksanakan kader Adiwiyata bersama para guru, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung program Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) atau PRLH, sekaligus mengajak warga sekolah lebih bijak dalam mengelola sampah. Bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dimanfaatkan agar memiliki nilai guna bagi penghijauan sekolah.

Koordinator pembuatan kompos cair, Dahliani, menjelaskan bahwa pupuk organik cair dibuat dengan memanfaatkan air beras, molase atau larutan gula merah, serta EM4 sebagai aktivator mikroorganisme. Seluruh bahan dicampurkan dalam wadah tertutup dan didiamkan selama kurang lebih 14–21 hari hingga proses fermentasi menghasilkan pupuk yang dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh warga sekolah agar lebih bijak memanfaatkan bahan-bahan sederhana di sekitar. Air beras, gula merah, dan EM4 dapat diolah menjadi pupuk organik cair yang nantinya digunakan untuk membantu menyuburkan tanaman di lingkungan sekolah,” ungkap Dahliani.

Selain kompos cair, warga sekolah juga mengolah daun-daun kering yang dikumpulkan dari lingkungan sekolah menjadi kompos padat. Daun tersebut dimasukkan ke dalam karung dan disiram menggunakan air cucian beras untuk menjaga kelembapan serta membantu proses penguraian bahan organik hingga siap dimanfaatkan sebagai pupuk alami.

Pengolahan limbah organik ini sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi warga sekolah tentang pentingnya mengurangi sampah dan memanfaatkan kembali bahan yang masih memiliki nilai guna. Daun-daun kering yang sebelumnya hanya menjadi sisa aktivitas lingkungan kini dapat diolah menjadi sumber nutrisi bagi tanaman.

Keterlibatan kader Adiwiyata dan para guru diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan peduli lingkungan secara konsisten di lingkungan sekolah. Pemanfaatan kompos cair dan padat juga menjadi salah satu langkah mendukung keberlanjutan penghijauan serta meningkatkan kesuburan tanaman di SMPN 1 Aranio.

Dengan semangat Adiwiyata, SMPN 1 Aranio terus mendorong berbagai inovasi sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan. Upaya mengubah limbah menjadi pupuk organik ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap kelestarian alam dapat dimulai dari lingkungan sekolah.


Komentar