Disdik Banjar Perkuat Sinergi Penanganan ATS Bersama Kecamatan Pengaron dan Kader Posyandu

PENGARON, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kecamatan Pengaron, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini meliputi koordinasi bersama pemerintah kecamatan serta pembinaan kader Posyandu di Desa Maniapun untuk memperluas pendataan dan akses layanan pendidikan bagi anak-anak yang belum bersekolah.

Koordinasi dipimpin Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF/Kesetaraan Disdik Kabupaten Banjar, Arliza Mayasari, S.E., M.M., bersama Camat Pengaron, Ahmad Syaukani, S.P. Pembahasan difokuskan pada penguatan peran pemerintah kecamatan dan desa dalam memverifikasi data ATS serta menindaklanjuti temuan dengan menghubungkan anak kepada layanan pendidikan formal maupun nonformal sesuai kebutuhan.

Arliza Mayasari menegaskan, penanganan ATS memerlukan keterlibatan berbagai pihak agar pendataan tidak berhenti pada pencatatan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan nyata. “Penanganan Anak Tidak Sekolah tidak dapat dilakukan oleh Dinas Pendidikan sendiri. Diperlukan sinergi dan komitmen bersama dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader Posyandu, serta satuan pendidikan. Kita ingin memastikan setiap anak yang teridentifikasi mendapatkan perhatian dan pendampingan agar dapat kembali mengakses pendidikan,” ujarnya.

Camat Pengaron, Ahmad Syaukani, menyatakan kesiapan pemerintah kecamatan untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan unsur masyarakat. “Data yang akurat perlu ditindaklanjuti dengan langkah konkret, sehingga anak-anak yang belum bersekolah dapat memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan sesuai dengan kondisi masing-masing,” ungkapnya.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembinaan kader Posyandu di Desa Maniapun, yang menjadi desa percontohan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kegiatan turut dihadiri Ruhaimah selaku Ketua Tim Pembina Posyandu Desa Maniapun sekaligus Ketua TP PKK Desa Maniapun. Pembinaan menekankan pentingnya dukungan kader terhadap SPM bidang pendidikan, terutama dalam mengenali anak yang belum pernah bersekolah, putus sekolah, atau membutuhkan pendampingan untuk kembali belajar.

Arliza menyampaikan bahwa kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat. “Kader Posyandu merupakan mitra strategis pemerintah desa karena dekat dengan keluarga dan mengetahui kondisi masyarakat di lingkungannya. Kami berharap kader dapat membantu mengenali anak-anak yang tidak sekolah, mengoordinasikan temuan dengan pemerintah desa, serta mendorong keluarga agar anaknya kembali memperoleh layanan pendidikan,” jelasnya. Ruhaimah turut menyambut baik pembinaan tersebut dan menyatakan dukungan untuk meningkatkan kepedulian kader terhadap anak-anak yang belum mengakses pendidikan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berharap sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader Posyandu, dan satuan pendidikan nonformal dapat semakin kuat dalam menangani ATS. Pendataan yang akurat, kepedulian masyarakat, dan tindak lanjut yang terkoordinasi diharapkan mampu memperluas pemerataan akses pendidikan serta memastikan setiap anak memperoleh kesempatan belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.


Komentar