Perkuat Benteng Generasi Muda dari Radikalisme, Bakesbangpol Banjar Gelar Edukasi Anti-Ekstremisme di SMPN 3 Martapura

MARTAPURA, InfoPublik – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Fasilitasi dan Edukasi Anti-Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme di Kalangan Pelajar di SMPN 3 Martapura, Rabu (14/10/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang bahaya ekstremisme, pencegahan kekerasan, serta pentingnya menjaga persatuan dan toleransi sejak dini.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni perwakilan Tim Densus 88 Antiteror Polri, Eko Sutrisno, S.Sos., Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Darmina Budiyanti, S.Pd., M.M., serta Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, Amiruddin, S.H.I., M.H. Para narasumber menyampaikan materi mengenai pencegahan perundungan, penguatan karakter, dan wawasan kebangsaan dengan melibatkan peserta secara interaktif.

Pada sesi pertama, Eko Sutrisno membahas keterkaitan perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah dengan kerentanan terhadap sikap ekstrem. Ia menekankan pentingnya membangun empati, menghormati sesama, serta mencegah perilaku kekerasan, baik secara verbal maupun fisik, agar tercipta lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Selanjutnya, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Darmina Budiyanti, menegaskan bahwa pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif. “Pendidikan bukan hanya soal mengasah kecerdasan intelektual, tetapi yang jauh lebih utama adalah membangun karakter dan akhlak mulia. Pelajar harus cerdas dalam memilah informasi, bijak dalam berinteraksi, serta senantiasa memupuk rasa kasih sayang dan saling menghargai antarsesama di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.

Materi berikutnya disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, Amiruddin, yang mengangkat wawasan kebangsaan dan peran pemuda dalam menjaga persatuan. Ia mengajak para pelajar untuk bersikap kritis, menghargai perbedaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat merusak kerukunan. “Kalian adalah pemegang tongkat estafet masa depan Kabupaten Banjar dan Indonesia. Jangan biarkan perbedaan memecah belah kita. Jadilah pemuda yang kritis, toleran, bangga pada tanah air, serta aktif menjadi agen kedamaian di lingkungan masing-masing,” pesannya.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang siswi kelas IX-G SMPN 3 Martapura, Aira Syafitri, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya saling menghargai dan menghindari perundungan. “Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan kami. Kami jadi lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan yang saling menghargai serta bahaya perundungan dan paham ekstrem. Kami termotivasi untuk menjaga kerukunan dan menjadi generasi muda yang membawa dampak positif,” tuturnya.

Bakesbangpol Kabupaten Banjar berharap edukasi ini dapat mendorong pelajar menjadi pelopor perdamaian, toleransi, dan persatuan, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Kolaborasi antara unsur pemerintah, aparat, lembaga legislatif, dan satuan pendidikan diharapkan terus memperkuat pendidikan karakter serta membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari perundungan serta kekerasan.


Komentar