Kawal Keberlanjutan Perkebunan Karet, Dinas Pertanian Banjar Bekali Petani Teknik Trichoderma dan PGPR
Dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan perkebunan karet, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) melalui Bidang Perkebunan melaksanakan sosialisasi pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman karet tahun anggaran 2026 di Kantor Desa Tanah Abang Kecamatan Mataraman, Rabu (26/8/2026).
Acara turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Banjar Warsita, bersama Kepala Bidang Perkebunan Abdul Basyid dan jajarannya. Sinergi lintas instansi juga terlihat dengan hadirnya perwakilan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan sebagai narasumber, jajaran aparat Desa Tanah Abang, serta anggota kelompok tani setempat yang antusias menyimak materi penyuluhan.
Fokus utama sosialisasi ini mengupas tuntas teknik pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), khususnya penyelamatan tanaman karet dari ancaman penyakit gugur daun. Para petani dibekali pengetahuan praktis mengenai pemanfaatan hayati unggulan seperti Trichoderma untuk mengatasi jamur akar putih serta penggunaan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) guna menjaga kesehatan dan produktivitas kebun secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita menyampaikan optimisme tinggi terhadap sektor ini. Dengan adanya Bidang Perkebunan yang berdiri mandiri, ia berharap tata kelola komoditas perkebunan di Kabupaten Banjar dapat dikelola jauh lebih profesional, terarah, dan memberikan dampak ekonomi bagi kesejahteraan petani.
Tak hanya berfokus pada tanaman utama, Warsita juga membagikan strategi cerdas bagi petani yang memiliki tanaman karet berusia di bawah tiga tahun. Ia menyarankan agar lahan di antara tanaman karet dimanfaatkan secara optimal melalui metode tumpang sisip dengan menanam padi dan cabai. Menurutnya, sektor pangan kini sudah saatnya dikelola dengan orientasi bisnis yang menguntungkan agar petani sejahtera.
(Briagde Distan Syaripuddin)
