Kecamatan Beruntung Baru Ikuti Rakor Persiapan Kajian Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur Kabupaten Banjar Tahun 2026
Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru turut berpartisipasi dalam rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Kajian Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) Kabupaten Banjar Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM), di Aula Baiman Kantor Bapperida Kabupaten Banjar, Kamis (2/7/2026).
Kecamatan Beruntung Baru diwakili oleh Kasubbag Perencanaan, Keuangan dan Aset, Ari Waryanti, bersama perwakilan dari kecamatan lainnya di Kabupaten Banjar. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyatukan pemahaman seluruh pihak terkait pelaksanaan survei serta mekanisme pengumpulan data yang akan dilakukan di lapangan.
Rapat koordinasi dipimpin Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) Bapperida Kabupaten Banjar, Nuri Ansyari. Dalam arahannya disampaikan bahwa koordinasi ini bertujuan membangun kesamaan persepsi mengenai tahapan pelaksanaan kajian serta indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan infrastruktur.
"Koordinasi ini diharapkan mampu menyamakan pemahaman seluruh pihak yang terlibat sehingga proses pengumpulan data dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan informasi yang benar-benar mencerminkan kondisi layanan infrastruktur di tengah masyarakat," ujarnya.
Ketua Tim Peneliti, Candra Yuliana, menjelaskan bahwa pelaksanaan Kajian IKLI memasuki tahun kedua setelah pertama kali dilaksanakan pada 2025. Kajian tersebut menjadi salah satu instrumen evaluasi bagi pemerintah daerah untuk mengetahui sejauh mana pembangunan infrastruktur telah memberikan manfaat dan memenuhi harapan masyarakat.
Sementara itu, anggota tim peneliti, Aulia, memaparkan bahwa IKLI mengukur kepuasan masyarakat melalui lima aspek utama, yaitu ketersediaan layanan, kualitas fisik infrastruktur, kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat, tingkat pemanfaatan, serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Ia juga menyampaikan bahwa cakupan kajian meliputi layanan jalan dan jembatan, air bersih, perumahan dan permukiman, irigasi, sarana dan prasarana umum, hingga pelayanan publik. Pada tahun 2026 jumlah indikator penilaian disederhanakan menjadi 16 indikator dengan lima aspek penilaian. Pengumpulan data akan dilaksanakan secara daring maupun luring menggunakan metode proportionate stratified random sampling dengan sedikitnya 384 responden yang tersebar di 20 kecamatan di Kabupaten Banjar.
Kasubbag Perencanaan, Keuangan dan Aset Kecamatan Beruntung Baru, Ari Waryanti, menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pemahaman yang lebih jelas kepada pihak kecamatan mengenai mekanisme pelaksanaan survei sehingga pelaksanaannya di lapangan dapat berjalan lebih optimal.
"Melalui rapat koordinasi ini kami memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai tahapan pelaksanaan Kajian IKLI. Informasi yang disampaikan akan menjadi pedoman bagi kami dalam mendukung proses pendataan di wilayah Kecamatan Beruntung Baru agar berjalan tertib, akurat, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan," ungkap Ari Waryanti.
Ia menambahkan, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru siap mendukung pelaksanaan kajian dengan memfasilitasi koordinasi bersama pemerintah desa maupun pihak terkait agar proses pengumpulan data dapat berlangsung lancar.
"Kami berharap hasil kajian nantinya benar-benar menggambarkan kondisi yang dirasakan masyarakat. Dengan demikian, hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menetapkan kebijakan pembangunan infrastruktur yang semakin merata dan tepat sasaran," tambahnya.
Melalui pelaksanaan Kajian IKLI Tahun 2026, kami berharap pemerintah daerah memperoleh gambaran objektif mengenai kualitas layanan infrastruktur berdasarkan persepsi masyarakat. Hasil kajian tersebut selanjutnya akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan prioritas pembangunan, mengurangi kesenjangan layanan antarwilayah, serta mendukung pencapaian target pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Banjar Tahun 2025–2029.
(IP.Kab.Banjar/Brigade Informasi RA)
