Siswa Sekolah Lansia Melayu Tengah Masuki Pertemuan Kedua: Fokus pada Kesehatan dan Semangat "Pejuang Senja"



MARTAPURA TIMUR, Info Publik - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar kembali menggelar kegiatan Sekolah Lansia Standar 1 (S1) pertemuan kedua di Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, pada Kamis (30/4/2026).
Bertempat di Balai Desa Melayu Tengah, sebanyak 20 peserta lansia berusia di atas 60 tahun nampak antusias mengikuti rangkaian kelas. Kegiatan ini dihadiri  oleh Pembakal Desa Melayu Tengah, Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga beserta jajaran, Koordinator Penyuluh KB, Penyuluh KB, serta Kader BKL (Bina Keluarga Lansia) Kecamatan Martapura Timur. Sebelum memulai kegiatan peserta diberikan pelayanan berupa pemeriksaan kesehatan rutin, meliputi pengukuran tensi darah dan penimbangan berat badan guna memantau kondisi fisik para siswa secara berkala.
Acara dibuka secara resmi oleh Pembakal Desa Melayu Tengah, Ahmad Jailani. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya wadah ini sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kualitas hidup orang tua di desa.
Sesi materi utama disampaikan oleh Kepala Seksi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Sukini. Ia memaparkan materi edukasi bertajuk "Mengenal Rasa Sakit pada Lansia". Materi ini bertujuan agar para lansia mampu mendeteksi dini keluhan kesehatan dan tidak menganggap remeh gejala penyakit tertentu.
Tak hanya paparan teori, suasana kelas menjadi haru sekaligus inspiratif saat panitia menyuguhkan film pendek dokumenter "Pejuang Senja". Film ini menggugah semangat para peserta untuk tetap produktif dan optimis di usia senja. Sementara itu, Agus Susanto, staf Bidang KB, memberikan arahan mengenai pentingnya aktivitas fisik yang terukur bagi lansia agar otot dan sendi tetap fleksibel, serta mempraktikan  bersama gerakan senam sehat lansia yang di pandu pemateri, sebagai bekal para lansia untuk berolahraga mandiri di rumah masing-masing.
Menutup pertemuan, panitia mengadakan diskusi interaktif mengenai rencana pertemuan ketiga. Disepakati bahwa kegiatan selanjutnya akan dilaksanakan secara outdoor (luar ruangan) dengan konsep kolaborasi bersama siswa sekolah lansia dari kecamatan lain. Rencana ini disambut baik oleh pemerintah desa.
Pembakal Melayu Tengah, Ahmad Jailani menyampaikan dukungan penuh untuk kegiatan sekolah lansia ini, "Balai desa akan selalu terbuka dan kami siap memfasilitasi apa pun yang diperlukan agar warga kami yang lansia ini tetap bahagia dan sehat. Rencana kegiatan outdoor selanjutnya juga sangat bagus untuk penyegaran bagi mereka, dan kami siap menyediakan akomodasi untuk warga kami", ungakapnya dengan semangat.
Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Sukini, menambahkan "Melalui Sekolah Lansia ini kami berharap dapat menjadi wadah komunikasi dan edukasi bagi lansia untuk terus belajar menjaga kualitas hidup dimasa tua dengan SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat), tentunya kelancaran kegiatan ini tidak akan tercapai tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak terkait. Alhamdulillah di Desa Melayu Tengah, kita memiliki Pembakal yang memberi perhatian dan dukungan luar biasa, yang membuat warganya juga semangat mengikuti kegiatan Sekolah Lansia ini", ucapnya.
"Senang bisa berkumpul kembali hari ini. Tadi setelah nonton film 'Pejuang Senja', saya jadi semakin bersyukur, karena diluar sana masih banyak mereka yang seperti kami (Lansia) yang harusnya sudah waktunya istirahat tapi masih harus berjuang untuk tetap bertahan hidup. Jadi harus tetap semangat dan sehat agar tidak merepotkan orang lain, insyaallah Gerakan tadi akan saya terapkan sebagai ikhtiar menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, biar nanti tetap sehat saat jalan-jalan keluar desa di pertemuan berikutnya", ungkapnya.
Kegiatan pun diakhiri dengan sesi foto bersama dan seruan Tepuk Lansia Sehat.

Agusto/Adam


Komentar