Sekolah Lansia S1 Martapura Timur Tingkatkan Edukasi Kesehatan dan Kualitas Hidup Lansia
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA,
- dinsosppkb
- 71
BANJAR, InfoPublik — Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar kembali melaksanakan kegiatan Sekolah Lansia Standar 1 (S1) pertemuan kedua di Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Melayu Tengah ini diikuti 20 peserta lansia berusia di atas 60 tahun yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran. Hadir dalam kegiatan tersebut Pembakal Desa Melayu Tengah, Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga beserta jajaran, Koordinator dan Penyuluh KB, serta Kader Bina Keluarga Lansia (BKL) Kecamatan Martapura Timur.
Sebelum kegiatan dimulai, para peserta mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tekanan darah dan penimbangan berat badan untuk memantau kondisi kesehatan secara berkala.
Acara dibuka oleh Pembakal Desa Melayu Tengah, Ahmad Jailani, yang menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas hidup lansia di desa.
Materi utama disampaikan oleh Kasi Bina Ketahanan dan Pemberdayaan Ekonomi Keluarga, Sukini, dengan tema “Mengenal Rasa Sakit pada Lansia”. Materi ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta agar mampu mengenali gejala awal gangguan kesehatan dan tidak mengabaikan keluhan yang muncul.
Untuk menambah motivasi peserta, panitia juga menayangkan film pendek dokumenter berjudul “Pejuang Senja” yang menggugah semangat para lansia untuk tetap produktif di usia lanjut.
Selain itu, staf Bidang KB, Agus Susanto, memberikan arahan terkait pentingnya aktivitas fisik yang teratur bagi lansia. Peserta juga diajak mempraktikkan gerakan senam sehat lansia sebagai bekal untuk dilakukan secara mandiri di rumah.
Pada sesi akhir, dilakukan diskusi interaktif yang membahas rencana pertemuan ketiga. Disepakati bahwa kegiatan berikutnya akan dilaksanakan di luar ruangan dengan konsep kolaborasi bersama peserta Sekolah Lansia dari kecamatan lain.
Pembakal Desa Melayu Tengah, Ahmad Jailani, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut.
“Balai desa akan selalu terbuka untuk kegiatan ini. Kami siap memfasilitasi agar para lansia tetap sehat, bahagia, dan produktif. Kegiatan outdoor nanti juga sangat baik untuk penyegaran,” ujarnya.
Sementara itu, Sukini menegaskan bahwa Sekolah Lansia menjadi wadah edukasi untuk mendorong lansia tetap menjalani hidup sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat (SMART).
“Program ini tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan berbagai pihak. Alhamdulillah, di Desa Melayu Tengah kami mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa,” katanya.
Salah satu peserta juga mengaku mendapat banyak manfaat dari kegiatan ini, terutama dalam menjaga kesehatan dan semangat hidup di usia lanjut.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama serta seruan “Tepuk Lansia Sehat” sebagai bentuk semangat kebersamaan para peserta. (Agusto/Adam)
