Ujian Bukan Sekadar Nilai: Disdik Banjar Pantau Langsung Semangat Belajar Warga Paket B di PKBM Mandiri

MATARAMAN, InfoPublik - Suasana berbeda tampak di PKBM Mandiri Kecamatan Mataraman pada Selasa (14/4/2026). Bukan hanya pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Paket B yang menjadi perhatian, tetapi juga semangat para warga belajar yang menjadi sorotan utama dalam kegiatan monitoring oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar.


Monitoring ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar Hj Liana Penny bersama jajaran, yakni Kepala Bidang Bina PAUD dan PNF, Kepala Seksi PNF/Kesetaraan, serta staf terkait. Kehadiran mereka bukan sekadar memastikan kelancaran ujian, tetapi juga melihat secara dekat bagaimana proses pendidikan nonformal berjalan di lapangan.


Berbeda dari pengawasan pada umumnya, kegiatan ini menonjolkan pendekatan humanis. Para peserta didik yang sebagian besar berasal dari latar belakang beragam—mulai dari pekerja, santri pondok pesantren hingga ibu rumah tangga—tetap menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti ujian.


Liana Penny menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis dalam membuka akses pendidikan bagi semua lapisan masyarakat.


“Kami tidak hanya memantau pelaksanaan tes, tetapi juga memastikan bahwa setiap warga belajar mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Semangat mereka hari ini adalah bukti bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia maupun latar belakang,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Bidang Bina PAUD dan PNF Arliza Mayasari menambahkan bahwa kualitas penyelenggaraan pendidikan kesetaraan terus menjadi perhatian pemerintah daerah.


“PKBM bukan sekadar tempat belajar alternatif, tetapi menjadi ruang kedua bagi masyarakat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya menjaga mutu layanan pendidikan nonformal,” kata Arliza Mayasari.


Kegiatan monitoring ini juga menjadi momentum evaluasi bagi penyelenggara PKBM Mandiri dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelaksanaan evaluasi akademik.


Dengan pendekatan yang lebih menyentuh aspek kemanusiaan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesetaraan bukan hanya tentang hasil ujian, melainkan tentang harapan, kesempatan, dan perubahan hidup yang lebih baik bagi masyarakat.


Komentar