Semangat Hari Pendidikan, Peserta Didik Kesetaraan Banjar Tampilkan Tari Kreasi Penuh Makna
MARTAPURA, InfoPublik — Suasana semarak dan penuh warna budaya mewarnai kegiatan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional melalui Gebyar Pendidikan Kesetaraan Tahun 2026. Salah satu agenda utama yang menarik perhatian adalah Lomba Tari Kreasi Daerah yang digelar di Aula KH. Kasyful Anwar pada Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Gerak Budaya Banua: Harmoni Pendidikan Kesetaraan untuk Banjar Sejahtera” dan diikuti oleh 17 tim peserta didik dari berbagai Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) se-Kabupaten Banjar. Setiap tim menampilkan kreativitas terbaik melalui perpaduan gerak tari tradisional dan sentuhan inovasi modern.
Penampilan para peserta tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana ekspresi diri sekaligus upaya pelestarian budaya lokal. Ragam kostum khas daerah, iringan musik tradisional, serta koreografi yang dinamis berhasil memukau para penonton dan dewan juri yang hadir.
Proses penilaian dilakukan oleh tim juri yang terdiri dari praktisi seni tari profesional, dengan memperhatikan aspek teknik, kreativitas, kesesuaian tema, serta penampilan secara keseluruhan. Hal ini memastikan penilaian berlangsung objektif dan berkualitas.
Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal/Kesetaraan, Arliza Mayasari, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk meningkatkan kepercayaan diri serta mengembangkan potensi peserta didik pendidikan kesetaraan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa peserta didik pendidikan kesetaraan juga memiliki potensi dan kreativitas yang luar biasa. Lomba tari kreasi daerah ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk melestarikan budaya Banua serta memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Banjar yang sejahtera,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terus memberikan ruang apresiasi dan pengembangan bakat bagi peserta didik pendidikan kesetaraan. Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar pun menegaskan komitmennya untuk mendukung pendidikan yang inklusif, berkualitas, serta berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
