Gerak Tradisi, Jiwa Inovasi: SPNF SKB Banjar Gelar Pelatihan Seni Tari Kreasi Daerah
Martapura, InfoPublik - Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Banjar menggelar Pelatihan Seni Tari Kreasi Daerah bagi peserta didik sebagai upaya pelestarian budaya sekaligus pengembangan kreativitas, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula SPNF SKB Banjar tersebut diikuti dengan antusias oleh para peserta didik. Pelatihan ini menjadi ruang ekspresi bagi mereka untuk memadukan keindahan seni tari tradisional dengan sentuhan kreativitas modern.
Instruktur tari, Sri Purnama, menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penguasaan gerakan, tetapi juga mendorong inovasi tanpa meninggalkan nilai budaya.
“Melalui tari kreasi daerah, kami ingin membuka ruang inovasi bagi peserta didik tanpa meninggalkan akar budaya yang menjadi identitas kita,” ujarnya di sela kegiatan.
Selama pelatihan, peserta didik dibimbing untuk menguasai berbagai aspek penting dalam seni tari. Mulai dari teknik dasar gerakan kaki dan tangan, ekspresi wajah yang menggambarkan makna tari, hingga eksplorasi pola lantai yang membentuk harmoni visual di atas panggung. Tidak kalah penting, mereka juga belajar menyelaraskan gerakan dengan irama musik serta memahami filosofi di balik kostum yang dikenakan.
Meski latihan cukup menguras tenaga, semangat para peserta tetap tinggi. Tawa dan antusiasme terlihat di setiap sesi, menciptakan suasana belajar yang hangat dan penuh energi. Bagi sebagian peserta, pengalaman ini menjadi kebanggaan tersendiri karena dapat mempelajari dan menampilkan tarian khas daerah mereka.
Pelatihan ini menjadi langkah awal menuju pentas budaya yang akan digelar pada momen perpisahan maupun peringatan hari besar nasional. Karya tari yang dihasilkan nantinya akan menjadi wujud nyata dari proses belajar sekaligus ajang unjuk bakat para peserta didik.
Melalui kegiatan ini, SPNF SKB Banjar kembali menunjukkan perannya sebagai lembaga pendidikan nonformal yang tidak hanya berfokus pada literasi, tetapi juga pada pembentukan karakter serta pelestarian seni budaya. Di tengah perubahan zaman, semangat menjaga tradisi tetap hidup—bergerak, berkreasi, dan menginspirasi generasi masa depan.
