Dari Kearifan Lokal ke Kompetensi Global, SPNF SKB Banjar Gelar Pelatihan Softskills PNF

MARTAPURA, InfoPublik – Pelatihan Teknis Softskills bagi pendidik Pendidikan Non Formal (PNF) yang diselenggarakan oleh SPNF SKB Kabupaten Banjar memasuki pertemuan ketiga pada Selasa (31/03/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Keterampilan Membuat Kain Sasirangan Menjadi Obi Belt” sebagai bentuk inovasi pembelajaran berbasis kearifan lokal yang dipadukan dengan perspektif global melalui kerja sama dengan Tianjin University serta dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan multidisiplin yang mengintegrasikan tujuh mata pelajaran, yakni Sejarah, Geografi, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Ekonomi. Pendekatan tersebut bertujuan untuk membekali pendidik dengan metode pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan aplikatif bagi warga belajar.

Rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak awal tahun 2026, diawali dengan materi tentang sejarah dan persebaran kain sasirangan sebagai warisan budaya Kalimantan Selatan. Selanjutnya, peserta memperoleh penguatan pada aspek matematika melalui pengukuran kain dan perhitungan modal usaha, serta pengenalan alat dan bahan dalam proses pembuatan sasirangan.

Pada pertemuan ketiga ini, materi difokuskan pada bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya teknik pewarnaan kain sasirangan menggunakan bahan alami maupun sintetis. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan limbah pewarna serta dampaknya terhadap lingkungan. “Kami ingin para pendidik tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kesadaran lingkungan yang dapat ditanamkan kepada warga belajar,” ujar Dina Ratu Laisah, salah satu narasumber pelatihan.

Pelatihan ini akan berlanjut dengan materi ekonomi terkait perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai bekal kewirausahaan, serta penguatan literasi melalui penyusunan teks prosedur dalam Bahasa Indonesia yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris sebagai bagian dari integrasi kompetensi lintas bidang.

Melalui kegiatan ini, SPNF SKB Kabupaten Banjar bersama para mitra berharap dapat memperkuat kapasitas pendidik PNF dalam merancang pembelajaran yang inovatif dan berdampak. “Pelatihan ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat diangkat menjadi media pembelajaran berkelas dunia yang mampu mencetak pendidik kreatif dan adaptif,” ungkap Tiara Annisa, perwakilan penyelenggara.


Komentar