Gladi Bersih TKA SMPN 2 Cintapuri Darussalam: Matangkan Persiapan di Penghujung Ramadan

CINTAPURI DARUSSALAM, InfoPublik – SMP Negeri 2 Cintapuri Darussalam melaksanakan kegiatan Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi seluruh siswa kelas IX pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di laboratorium IPA sekolah ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi pelaksanaan TKA yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang.


Pelaksanaan gladi bersih tersebut merupakan gelombang kedua dari rangkaian simulasi yang disiapkan oleh pihak sekolah. Melalui kegiatan ini, para siswa dilatih untuk lebih mandiri dalam mengoperasikan sistem ujian berbasis komputer, sekaligus membiasakan diri dengan mekanisme pelaksanaan tes digital yang akan digunakan pada ujian utama.


Selain mempersiapkan siswa, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi bagi pihak sekolah dalam memastikan kesiapan perangkat pendukung ujian. Tim teknisi sekolah turut dilibatkan untuk memantau stabilitas perangkat komputer serta jaringan internet yang digunakan selama pelaksanaan simulasi berlangsung.


Kepala SMP Negeri 2 Cintapuri Darussalam, Hj. Rahmi Etika, menegaskan bahwa gladi bersih TKA menjadi langkah penting untuk meminimalkan potensi kendala teknis yang mungkin terjadi saat ujian utama dilaksanakan.


“Pelaksanaan gladi bersih ini menjadi sarana penting bagi kami untuk mengevaluasi kesiapan teknis sekolah. Kami ingin memastikan semua instrumen, mulai dari server hingga perangkat yang digunakan siswa, benar-benar siap sehingga ujian utama nanti berjalan lancar tanpa kendala,” ujarnya saat memantau jalannya kegiatan.


Secara umum, kegiatan gladi bersih TKA berlangsung tertib dan lancar. Para siswa terlihat semakin terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer sehingga diharapkan dapat mengurangi rasa cemas saat menghadapi ujian yang sebenarnya.


Rahmi Etika juga berharap kegiatan simulasi ini dapat meningkatkan kesiapan mental maupun akademik para siswa.


“Dengan adanya gladi ini, anak-anak menjadi lebih terbiasa dengan antarmuka sistem ujian. Harapan kami, kesiapan mental dan akademis mereka jauh lebih matang untuk menghadapi tes yang sesungguhnya,” tambahnya.


Komentar