Hari Kedua Pesantren Ramadan, Siswa SMPN 1 Paramasan Belajar Ibadah dan Public Speaking

PARAMASAN, InfoPublik – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai hari kedua pelaksanaan Pesantren Ramadan di SMP Negeri 1 Paramasan pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan nilai-nilai spiritual, tetapi juga memberikan pembekalan keterampilan pengembangan diri bagi para siswa. Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari UIN Antasari Banjarmasin turut menambah suasana pembelajaran menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.

Pada sesi pagi, peserta didik Muslim mengikuti materi bertajuk “Fondasi Ibadah: Wudhu dan Sholat” yang disampaikan oleh Nida Alfisah, mahasiswi KKN UIN Antasari Banjarmasin. Dalam penyampaiannya, Nida menjelaskan pentingnya memahami tata cara wudhu dan salat secara benar sebagai dasar dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

“Wudhu bukan sekadar membasuh air ke wajah, tetapi juga menjadi sarana membersihkan jiwa sebelum kita menghadap Sang Pencipta. Jika wudhunya dilakukan dengan benar, insyaallah salat yang kita laksanakan akan terasa lebih khusyuk,” ungkap Nida saat memandu sesi praktik bersama para siswa.

Ketua Pelaksana Pesantren Ramadan SMPN 1 Paramasan, Abdurrahman, turut memberikan penguatan materi kepada para peserta. Ia mengingatkan bahwa ibadah yang baik dimulai dari niat yang tulus serta pelaksanaan yang sesuai tuntunan. “Anak-anakku, kesempurnaan salat dimulai dari niat yang lurus dan wudhu yang benar. Jangan terburu-buru, nikmatilah setiap detiknya sebagai bentuk syukur kita di bulan suci ini,” pesannya.

Sementara itu, pada kelompok siswa non-Muslim, kegiatan diisi dengan materi Public Speaking yang dibawakan oleh Rizki Ramadhan, mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin. Dalam sesi tersebut, para siswa diajak untuk melatih keberanian berbicara di depan umum serta membangun rasa percaya diri melalui berbagai latihan komunikasi.

“Public speaking bukan tentang siapa yang paling pandai berbicara, tetapi tentang keberanian menyampaikan gagasan dengan jujur dan percaya diri. Jangan takut melakukan kesalahan, karena dari situlah kita belajar untuk menjadi lebih baik,” ujar Rizki saat memandu simulasi berbicara di depan peserta.

Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, SMPN 1 Paramasan berharap para siswa tidak hanya memperoleh penguatan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga keterampilan yang mendukung pengembangan karakter dan kepercayaan diri. Perpaduan antara pembinaan spiritual dan pengembangan diri tersebut diharapkan dapat membentuk generasi pelajar yang berakhlak baik, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.


Komentar