Gladi Bersih TKA Hari Kedua di SMPN 1 Paramasan Uji Kesiapan Mental Siswa
PARAMASAN, InfoPublik – SMP Negeri 1 Paramasan melaksanakan Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) hari kedua pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan TKA sekaligus menggambarkan kesiapan mental para siswa serta koordinasi sigap tim teknis sekolah dalam menghadapi ujian berbasis digital.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan suasana yang kondusif pada sesi pertama. Seluruh perangkat komputer berfungsi dengan baik, koneksi internet stabil, dan para siswa dapat mengerjakan soal sesuai prosedur tanpa kendala berarti. Kondisi tersebut menunjukkan kesiapan sarana dan prasarana yang telah dipersiapkan oleh pihak sekolah.
Namun, situasi sempat berubah ketika memasuki sesi kedua. Sistem ujian mengalami gangguan akibat kendala server berskala nasional yang menyebabkan akses ujian terhenti sementara. Meski demikian, tim pelaksana segera mengambil langkah cepat untuk menjaga situasi tetap kondusif di ruang ujian.
Proktor utama SMP Negeri 1 Paramasan, Rilo Adityo, langsung memberikan arahan kepada para siswa agar tetap tenang dan menunggu informasi lanjutan dari pusat. “Kita sedang mengalami kendala pada sistem pusat. Mohon bersabar dan tetap tenang, kita tunggu pengumuman resmi dari server pusat untuk langkah selanjutnya,” ujarnya saat memberikan instruksi kepada peserta ujian.
Sementara itu, teknisi sekolah Sri Rejeki juga bergerak cepat memastikan kondisi perangkat tetap aman dan tidak terjadi kesalahan teknis di sisi pengguna. “Anak-anak, tolong tetap pada posisi tempat duduk masing-masing. Jangan keluar dari aplikasi atau mematikan perangkat. Tunggu sampai server kembali stabil, apapun yang terjadi tetaplah tenang,” tegasnya kepada para siswa.
Berkat koordinasi yang baik antara proktor, teknisi, dan panitia pelaksana, serta kesabaran para siswa, gangguan tersebut dapat segera teratasi. Setelah kurang lebih 10 menit, sistem kembali berjalan normal dan peserta dapat melanjutkan ujian hingga selesai. Pengalaman ini menjadi pembelajaran penting bahwa selain kesiapan akademis, ketenangan dan kesiapan menghadapi kendala teknis juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan ujian berbasis digital.
