Disdik Banjar Ikuti Evaluasi Revitalisasi Pendidikan di BPMP Kalsel
BANJARBARU, InfoPublik – Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar mengikuti kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025, di Aula BPMP Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru Jumat (6/3/2026)
Kegiatan ini diikuti oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pendidikan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, serta perguruan tinggi fasilitator seperti Politeknik Negeri Banjarmasin, Politeknik Negeri Tanah Laut, dan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Dari Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar hadir Sakti Nugroho, Evawanie Alyssa, dan Harna Rara Panti.
Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Sakti Nugroho, menyampaikan bahwa secara umum pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Banjar berjalan dengan baik dan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
“Secara keseluruhan kegiatan revitalisasi berjalan cukup baik dan lancar meskipun terdapat beberapa kendala seperti jarak lokasi yang jauh, mobilisasi material yang cukup sulit, serta kondisi cuaca yang sering hujan. Namun seluruh kegiatan dapat diselesaikan tepat waktu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program revitalisasi tersebut mencakup berbagai jenjang pendidikan. Untuk jenjang TK/PAUD terdapat tujuh TK negeri dan tiga TK swasta, serta tiga satuan pendidikan PKBM. Selain itu, revitalisasi juga dilaksanakan pada 13 SMP dan delapan SD di Kabupaten Banjar.
“Seluruh kegiatan revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Banjar telah selesai 100 persen sebelum batas akhir pekerjaan yang ditentukan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPMP Provinsi Kalimantan Selatan, Yuli Heriyanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya program revitalisasi satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana belajar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SLB.
Menurutnya, program tersebut bertujuan memberikan jaminan mutu sarana dan prasarana pendidikan, baik melalui pembangunan fasilitas baru, penyediaan sarana pembelajaran, maupun rehabilitasi dan perbaikan infrastruktur sekolah.
Dalam kegiatan evaluasi tersebut juga dibahas berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, seperti keterlambatan pencairan dana tahap awal, keterbatasan akses lokasi, kesulitan pengadaan melalui aplikasi SIPLAH, hingga kondisi cuaca yang memengaruhi proses pembangunan.
Melalui forum evaluasi ini diharapkan tercipta koordinasi dan kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, perguruan tinggi fasilitator, serta pemangku kepentingan lainnya guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program revitalisasi pendidikan di Kalimantan Selatan.
