Perkuat Karakter Religius, Tim Pengawas SMP Se-Kabupaten Banjar Sebar Personel Lakukan Monev Pesantren Ramadan 1447 H
MARTAPURA, InfoPublik – Mengawali pekan kedua bulan suci Ramadan, jajaran Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar bergerak serentak melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H di sejumlah Satuan Pendidikan Menengah Pertama (SMP). Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (02/03/2026) ini bertujuan untuk memastikan program penguatan karakter religius berjalan efektif dan sesuai dengan kurikulum yang dicanangkan.
Para pengawas disebar ke berbagai wilayah di Kabupaten Banjar untuk meninjau langsung aktivitas murid dan guru. Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah sebaran kunjungan monev pada hari tersebut:
1. Rusita Dahlia, S.Pd. melaksanakan monev di SMPN 1 Martapura dan SMPN 2 Karang Intan.
2. H. Pansinoor, S.Pd. melakukan peninjauan di wilayah hilir, tepatnya di SMPN 2 Sungai Tabuk.
3. Any Fairianti, S.Pd. memantau jalannya kegiatan di SMPN 2 Martapura Barat dan SMPN 4 Sungai Tabuk.
4. Robani, M.Pd. melakukan monitoring di jantung kota, yakni SMPN 2 Martapura dan SMPN 5 Martapura.
Secara umum, tim pengawas melaporkan bahwa pelaksanaan Pesantren Ramadan di sekolah-sekolah tersebut berjalan dengan khidmat. Fokus pemantauan meliputi penyampaian materi keagamaan, praktik ibadah harian seperti salat dhuha dan tadarus bersama, hingga pemanfaatan media digital dalam pembelajaran religi.
Dalam kesempatan tersebut, para pengawas memberikan catatan penting dan arahan bagi seluruh warga sekolah. Bapak Robani, M.Pd., mewakili tim pengawas, menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai Ramadan ke dalam perilaku sehari-hari siswa.
"Pesantren Ramadan ini bukan sekadar mengganti jam pelajaran umum dengan ceramah agama. Kami berharap sekolah mampu menciptakan ekosistem yang mendukung perubahan perilaku (akhlak). Siswa harus merasakan bahwa ibadah itu kebutuhan, bukan sekadar tugas dari guru," ujar Robani.
Senada dengan hal tersebut, Ibu Rusita Dahlia, S.Pd. memberikan arahan mengenai pentingnya dokumentasi dan evaluasi bertahap.
"Kami mengarahkan agar setiap sekolah memiliki catatan perkembangan siswa selama kegiatan ini. Pembiasaan baik yang dimulai di sekolah harus bisa dikomunikasikan dengan orang tua agar berlanjut saat siswa berada di rumah," tambahnya.
Sementara itu, Any Fairianti, S.Pd. dan
Pansinoor, S.Pd. memberikan penekanan pada aspek kreativitas guru. Mereka mendorong para pendidik untuk menggunakan konten interaktif agar para siswa tidak merasa jenuh dan tetap antusias meskipun sedang menjalankan ibadah puasa.
Melalui kegiatan monev serentak ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berharap kualitas pendidikan karakter di Kabupaten Banjar terus meningkat. Pesantren Ramadan diharapkan menjadi "kawah candradimuka" yang mencetak generasi muda Kabupaten Banjar yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara spiritual.
