Kawal Karakter Religius Siswa, Pengawas Sekolah Lakukan Monev dan Tutup Pesantren Ramadan 1447 H
BANJAR, InfoPublik – Memasuki minggu kedua bulan suci Ramadan 1447 H, intensitas kegiatan keagamaan di satuan pendidikan menengah pertama di Kabupaten Banjar semakin meningkat. Guna memastikan kualitas pelaksanaan program penguatan karakter tersebut, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, melakukan rangkaian Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta menghadiri penutupan kegiatan Pesantren Ramadan pada Senin (02/03/2026).
Rangkaian agenda diawali dengan kunjungan Monev ke dua sekolah, yakni SMPN 2 Martapura Timur dan SMPN 3 Martapura. Dalam kunjungan tersebut, Ibu Rif’ah Radhiyati selaku pengawas pembina dari sekolah tersebut meninjau langsung proses penyampaian materi keagamaan, kedisiplinan siswa, serta kreativitas guru dalam mengelola kelas Ramadan agar tetap menarik bagi murid.
Puncak agenda hari itu berlangsung di SMPN 1 Sambung Makmur. Kehadiran Ibu Rif’ah disambut hangat oleh Kepala Sekolah, dewan guru, murid, hingga Ketua Komite Sekolah. Kunjungan ini bertepatan dengan acara penutupan Pesantren Ramadan yang telah dilaksanakan selama empat hari (23, 24, 25 Februari dan berakhir pada 02 Maret 2026).
Acara penutupan yang dirangkai dengan Buka Puasa Bersama tersebut berlangsung khidmat, mencerminkan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan masyarakat yang diwakili oleh komite.
Dalam sambutannya, Rif’ah memberikan apresiasi tinggi kepada sekolah-sekolah yang telah konsisten menyelenggarakan Pesantren Ramadan sebagai wadah transformasi karakter murid.
"Pesantren Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan atau pengganti jam pelajaran formal. Ini adalah momentum emas untuk menanamkan 'adab di atas ilmu'. Saya melihat di SMPN 2 Martapura Timur dan SMPN 3 Martapura, antusiasme siswa sangat baik. Begitu pula di SMPN 1 Sambung Makmur, kolaborasi dengan komite sangat luar biasa," ujar Rif’ah.
Beliau juga memberikan beberapa arahan strategis bagi para pendidik:
1. Keberlanjutan Nilai: Nilai-nilai kedisiplinan dan ibadah yang dipraktikkan selama Pesantren Ramadan harus tetap dijaga konsistensinya setelah bulan suci berakhir.
2. Inovasi Konten: Kedepannya, materi pesantren diharapkan lebih banyak menyentuh aspek literasi digital yang Islami agar relevan dengan tantangan zaman.
3. Pelibatan Orang Tua: Apresiasi diberikan kepada Komite Sekolah yang hadir, karena pendidikan karakter tidak akan maksimal tanpa dukungan penuh dari lingkungan keluarga.
"Harapan saya, melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mencetak murid yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang kokoh sebagai pondasi mereka di masa depan," tutupnya.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan buka puasa, mempererat tali silaturahmi antar pemangku kepentingan pendidikan di Kabupaten Banjar.
