Hari Kedua Pesantren Ramadan “SERU”, TKN Tunas Pratama Suguhkan Story Telling “Puasa Pertama Rara yang Penuh Makna”

MARTAPURA, InfoPublik – Kegiatan Pesantren Ramadan “SERU” (Senyum, Empati, Rajin, Unggul) di TKN Tunas Pratama kembali berlanjut pada hari kedua, Selasa, 3 Maret 2026. Bertempat di aula sekolah, seluruh peserta didik TKN Tunas Pratama mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan antusias.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah yang berlangsung khidmat. Menariknya, sholat diimami oleh salah seorang peserta didik dari Kelompok B1, yakni Ananda Ravin. Momen ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak untuk melatih keberanian, rasa percaya diri, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak dini. Para guru memberikan bimbingan dan arahan agar seluruh rangkaian ibadah berjalan tertib dan lancar.

Setelah pelaksanaan Sholat Dhuha, kegiatan dilanjutkan dengan sesi story telling yang menjadi materi utama hari ini. Cerita berjudul “Puasa Pertama Rara yang Penuh Makna” dibawakan oleh guru tamu sekaligus orang tua dari Ananda Alisha Kelompok B1, yaitu Ibu Nanik. Kehadiran orang tua sebagai narasumber menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan karakter anak.

Cerita yang disampaikan mengisahkan pengalaman seorang anak bernama Rara yang menjalani puasa pertamanya. Dalam kisah tersebut, diceritakan bagaimana Rara belajar menahan lapar dan haus, mengendalikan emosi, serta memahami makna kesabaran dan keikhlasan selama berpuasa. Penyampaian cerita dilakukan dengan ekspresi, intonasi, dan interaksi yang menarik sehingga anak-anak mampu menyimak dengan baik serta terlibat aktif menjawab pertanyaan yang diajukan.

Melalui kegiatan ini, peserta didik diperkenalkan pada konsep dasar berpuasa di bulan Ramadan, termasuk hal-hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan saat berpuasa. Anak-anak juga diajak berdiskusi ringan mengenai pentingnya bersikap sabar, jujur, dan saling menghargai selama menjalankan ibadah puasa. Nilai-nilai “SERU” yang menjadi tema Pesantren Ramadan pun tertanam melalui kegiatan ini—senyum dalam kebersamaan, empati terhadap sesama, rajin beribadah, serta unggul dalam berperilaku baik.

Ibu Nanik selaku pemateri menyampaikan bahwa kegiatan story telling menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai agama kepada anak usia dini.
“Melalui cerita yang dekat dengan dunia anak, mereka lebih mudah memahami makna puasa dan belajar meneladani sikap yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite TKN Tunas Pratama, Ibu Annisa Ramadhani, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan hari kedua tersebut.
Ia mengatakan, “Kegiatan yang dirancang sangat bagus, sebab adanya keterlibatan orang tua di dalamnya. Anak-anak nampak sangat antusias dalam mengikuti kegiatan yang diselenggarakan.” ujarnya,

Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta didik tidak hanya memahami makna puasa secara teori, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pesantren Ramadan “SERU” di TKN Tunas Pratama pun menjadi momentum penting dalam membangun karakter religius dan akhlak mulia anak sejak usia dini.


Komentar