Rakor Nasional Direktorat SD, Disdik Banjar Perkuat Implementasi Kurikulum dan Digitalisasi
JAKARTA, InfoPublik – Perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Kasi Kurikulum dan Penilaian SD H. Muhammad Suriansyah, menghadiri Rapat Koordinasi Program Direktorat Sekolah Dasar Tingkat Kabupaten/Kota Tahun 2026 yang digelar pada 24–27 Februari 2026 di Grand Mercure Harmoni. Kegiatan ini diikuti oleh 514 kabupaten/kota se-Indonesia dan berlangsung sukses.
Dalam laporan panitia, perwakilan Direktorat SD Moch. Dahim Somad menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir.
Ia memaparkan sejumlah agenda strategis, meliputi materi Kesetaraan dan Wajar 13 Tahun, Revitalisasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Tata Kelola, Pembelajaran, Penilaian dan Digitalisasi, serta penguatan aspek Peserta Didik. Paparan disampaikan oleh tiga tim kerja, yakni Tim Peserta Didik, Tim Pembelajaran dan Penilaian, serta Tim Kesetaraan dan Wajar 13 Tahun.
Kegiatan secara resmi dibuka oleh Dirjen PAUD, Dikdasmen Gatot Suharwoto, dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinkronisasi program pusat dan daerah agar implementasi kebijakan lebih terarah dan terukur.
“Rakor ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebijakan dan program Direktorat SD dengan pemerintah daerah, memperkuat koordinasi serta meningkatkan efektivitas implementasi program pendidikan dasar di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Selama Rakor, dibahas empat pilar utama pendidikan, yakni sarana dan prasarana, kurikulum pembelajaran dan penilaian, penguatan karakter, serta sumber daya manusia (SDM). Selain itu, disampaikan pula pelimpahan beberapa cabang olahraga seperti atletik, renang, dan senam dari Kemenpora ke Kemdikdasmen.
Diskusi juga menghasilkan sejumlah rumusan penting terkait Program Pendidikan Kesetaraan dan Wajar 13 Tahun, pembinaan Paket A, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), BOSP jenjang SD dan sederajat, serta penjaminan mutu pendidikan.
Dalam forum tersebut turut disampaikan perkembangan sekolah model SPMI, termasuk implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial. Untuk Kabupaten Banjar, dukungan daerah telah disampaikan tepat waktu. Beberapa satuan pendidikan yang direkomendasikan antara lain TK SD Salam, SDN Indrasari 2, SMPN 1 Martapura, dan PKBM Anggrek Meratus yang telah melengkapi administrasi berupa surat pernyataan komitmen serta rekomendasi dari Disdik Banjar.
Selain itu, materi menarik lainnya mencakup pemanfaatan Perangkat Informasi Digital (PID) yang pada 2026 akan kembali diluncurkan sebanyak tiga unit, dengan penekanan pada validitas data listrik dan jaringan internet melalui Dapodik. Pembahasan juga mencakup regrouping atau merger sekolah, penerbitan SK sebelum cut off Dapodik, penyaluran BOS tahap II, serta penguatan pelaksanaan SPMB yang berkeadilan.
H. Muhammad Suriansyah menyampaikan bahwa Rakor ini memberikan banyak informasi strategis yang perlu segera ditindaklanjuti di daerah.
“Melalui Rakor ini, kami memperoleh banyak informasi kebijakan pusat yang perlu disinkronkan dengan program daerah. Fokusnya jelas, memastikan implementasi Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial, STEM, TKA, hingga E-Rapor benar-benar berjalan optimal dan mengacu pada delapan dimensi profil lulusan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dan kolaborasi antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam mewujudkan pendidikan dasar yang efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Dengan partisipasi aktif dalam Rakor Direktorat SD 2026 ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar menegaskan komitmennya untuk terus menyelaraskan kebijakan daerah dengan prioritas nasional demi peningkatan mutu pendidikan dasar yang merata dan berkualitas.
