Hari Ketiga Pesantren Ramadan 1447 H, SMPN 2 Aranio Gelar "Batamat Al-Qur'an"

BANJAR, InfoPublik - Hari ketiga pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Aranio, Desa Bunglai, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), diisi dengan kegiatan Batamat Al-Qur'an, Kamis (26/2/2026).

Menurut Kepala SMPN 2 Aranio, Lien Astuti Wulandari, kegiatan Batamat Al-Qur'an menjadi penutup rangkaian Pesantren Ramadan 1447 H.

"Selama tiga hari Pesantren Ramadan, para siswa secara berkelompok melaksanakan Tadarus Al-Qur'an dan hari ini mereka menamatkan bacaan 30 juz," ujarnya.

Batamat Al-Qur'an adalah tradisi masyarakat Banjar di Kalsel untuk merayakan keberhasilan seseorang dalam menamatkan bacaan 30 juz Al-Qur'an. 

Ritual keagamaan tersebut merupakan wujud syukur dan penghormatan, biasanya dilakukan dengan membaca surat-surat pendek terakhir (Ad-Dhuha hingga An-Naas) secara bersama-sama.

Lien Astuti Wulandari mengatakan, kegiatan Batamat Al-Qur'an sekaligus merupakan implementasi dari gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).

"Batamat Al-Qur'an juga sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Banjar Nomor 04 Tahun 2004 tentang Khatam Al-Qur'an bagi peserta didik pada pendidikan dasar dan menengah," katanya.

Ia menambahkan, pemahaman tentang Al-Qur'an sangat penting bagi siswa sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi serta agar dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Kegiatan Batamat Al-Qur'an diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa agar menjadi generasi yang unggul serta bermartabat bagi agama, bangsa dan negara," tambahnya.

Di Banjar sendiri, selain pendidikan formal, juga terdapat Madrasah sehingga anak-anak tingkat sekolah menengah telah dapat membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar.

Seperti pada dua hari sebelumnya, Pesantren Ramadan di hari terakhir ini juga diisi dengan kegiatan pembacaan Asmaul Husna dan Maulid Habsy, sholat Dhuha berjamaah, tadarus Al-Quran, menghafal surah-surah pendek serta shalat Dzuhur berjamaah dan tausiah. 


Komentar