Pesantren Ramadhan SDN Pulau Nyiur 2, Tanamkan Iman dan Akhlak Sejak Dini
Karang Intan – Pagi itu, ruang kelas 1
dan 2 SD Negeri Pulau Nyiur 2 dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an. Ramadhan
hadir bukan sekadar penanda waktu, tetapi menjadi ruang belajar yang lebih
dalam bagi para siswa. Selama tiga hari, 23–25 Februari 2026, sekolah menggelar
Pesantren Ramadhan 1447 H sebagai ikhtiar menanamkan iman dan merawat akhlak
sejak dini.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala
SD Negeri Pulau Nyiur 2, Sopwan, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa
Pesantren Ramadhan bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan momentum
pembentukan karakter.
“Anak-anakku, ikutilah kegiatan ini
dengan semangat dan fokus. Jangan hanya hadir secara fisik, tapi hadirkan juga
hati kalian. Semoga setelah Ramadhan, ada perubahan yang benar-benar terasa
dalam diri kalian,” pesannya.
Pesantren Ramadhan kali ini memberi
perhatian khusus pada praktik ibadah dasar seperti wudu dan salat. Para guru
membimbing siswa mempraktikkan gerakan dan bacaan dengan teliti. Bagi sekolah,
ibadah bukan sekadar hafalan, tetapi kebiasaan yang dilakukan dengan benar dan
penuh kesadaran.
Materi fikih puasa juga disampaikan
untuk memperkuat pemahaman tentang makna menahan diri, bukan hanya dari lapar
dan dahaga, tetapi juga dari sikap dan perkataan yang tidak bermanfaat.
Penguatan akidah serta pembinaan akhlak mulia menjadi napas dalam setiap sesi
pembelajaran.
Kisah-kisah Islami turut mewarnai
kegiatan, mulai dari pentingnya birrul walidain atau berbakti kepada orang tua,
hingga keteguhan iman Masyithah yang tetap mempertahankan keyakinannya dalam
kondisi sulit. Pesan sederhana namun mendalam terus ditekankan kepada siswa,
agar selalu menjaga keimanan dalam situasi apa pun.
Kebersamaan juga menjadi bagian
penting dari rangkaian kegiatan. Tadarus Al-Qur’an dilakukan secara
berkelompok, dilanjutkan shalat Zuhur berjamaah dan wirid bersama. Di akhir
kegiatan harian, para siswa saling bersalaman berelaan dalam bahasa Banjar, saling
meminta maaf satu sama lain sebagai wujud persaudaraan.
Pada hari terakhir, khataman Al-Qur’an
menjadi penutup yang syahdu. Lantunan ayat suci menggema di ruang kelas,
menghadirkan harapan agar kecintaan pada Al-Qur’an terus tumbuh dalam
keseharian mereka.
Dalam sambutan penutupan, Syahliani,
S.Pd yang mewakili kepala sekolah menyampaikan harapan agar kebiasaan baik
selama Pesantren Ramadhan tidak berhenti di lingkungan sekolah.
“Semoga apa yang telah dipelajari di
sini terus dilanjutkan di rumah dan menjadi bagian dari kehidupan kalian,”
ujarnya.
Pesantren Ramadhan di SD Negeri Pulau
Nyiur 2 memang berlangsung tiga hari, namun nilai yang ditanamkan diharapkan
terus hidup dalam diri siswa. Seperti Ramadhan yang selalu dinanti, semoga iman
semakin kuat, akhlak semakin baik, dan persaudaraan semakin erat dalam
kehidupan sehari-hari.
