Ramadan Seru di SMP Negeri 6 Aluh-Aluh : Ubah Rehat jadi Ibadah
BANJAR, InfoPublik – Suasana berbeda tampak di SMPN 6 Aluh-Aluh selama pelaksanaan Pesantren Ramadan 1447 H. Jika biasanya bulan Ramadan identik dengan kegiatan di rumah, pekan ini para siswa justru terlihat berbondong-bondong datang ke sekolah dengan busana muslim, menghadirkan nuansa religius yang kental di lingkungan satuan pendidikan tersebut.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari ruang-ruang kelas, menggantikan riuh percakapan saat jam istirahat. Kegiatan Pesantren Ramadan ini dirancang dengan konsep interaktif dan menyenangkan, sehingga jauh dari kesan monoton.
Para siswa tidak hanya mendengarkan ceramah, tetapi juga aktif mengikuti tadarus bersama, salat dhuha dan zuhur berjamaah, pendalaman fikih praktis, hingga diskusi kelompok tentang etika pergaulan di era digital dalam perspektif Islam.
Salah satu panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan positif di kalangan siswa.
“Kami ingin mengubah stigma bahwa pesantren kilat itu membosankan. Di sini, kita belajar bahwa setiap detik waktu istirahat kita bisa menjadi ladang pahala. Tujuan kami adalah agar anak memiliki kecerdasan spiritual. Pesantren Ramadan ini adalah momentum emas untuk membiasakan hal baik yang nantinya tetap berlanjut meski bulan puasa telah usai,” ujarnya.
Meski dalam kondisi berpuasa, antusiasme siswa tidak surut. Seluruh siswa yang berjumlah 32 orang hadir mengikuti kegiatan selama dua hari pelaksanaan. Bahkan, sebagian siswa rela berjalan kaki cukup jauh dari rumah menuju sekolah.
Salah satu siswa mengungkapkan kegembiraannya mengikuti kegiatan tersebut.
“Seru banar dua hari ini sudah di sekolah, bisa batamuan kawanan (red- bertemu teman) , tadarusan, lawan (red - sama) mendapatkan ilmu, jadi waktu kada berasa (red- tidak terasa) sudah siang dan bulikan (red- pulang), jadi kada bosan di rumah,” tuturnya penuh semangat.
Pesantren Ramadan di SMPN 6 Aluh-Aluh pun menjadi bukti bahwa bulan suci dapat diisi dengan kegiatan produktif dan bermakna, menjadikan waktu rehat bukan sekadar jeda, melainkan kesempatan memperkuat iman dan karakter.
