Distan Banjar Gelar Rakor Penyuluh Swadaya untuk Perkuat Sektor Pertanian
Bagikan ke WhatsApp
Gunakan salah satu tombol ini agar keterangan portal ikut terkirim setelah link.
MARTAPURA, InfoPublik - Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) melaksanakan rapat koordinasi penyuluh pertanian swadaya Sekabupaten Banjar di Kolam Jack Desa Bincau Kecamatan Martapura, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar Warsita beserta jajarannya pejabat eselon, KJF, Kepala UPTD, Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Banjar, Koordinator Penyuluh serta penyuluh pertanian Sekabupaten Banjar, dan para Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS).
Rakor ini untuk memperkuat silaturahmi, menyamakan persepsi, mengevaluasi pelaksanaan kegiatan penyuluhan, serta membangun sinergi antara Dinas Pertanian, Koordinator Penyuluh Pertanian di BPP, dan Penyuluh Pertanian Swadaya.
Keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan bantuan sarana dan prasarana, ketersediaan benih, pupuk, maupun teknologi pertanian. Keberhasilan juga bergantung pada kualitas sumber daya manusia, terutama petani yang menjadi pelaku utama pembangunan pertanian.
Di sinilah peran penyuluh pertanian menjadi penting. Penyuluh bukan hanya menyampaikan informasi dan teknologi, tetapi juga menjadi pendamping, motivator, fasilitator, serta penggerak petani agar mampu mengembangkan usaha taninya secara lebih produktif, efektif, dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita menyadari bahwa tugas penyuluhan di lapangan bukanlah pekerjaan yang mudah. Banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari perubahan iklim, keterbatasan sarana produksi, persoalan pengairan, pemasaran hasil pertanian, hingga tuntutan penerapan teknologi dan inovasi pertanian.
"Saya berharap para Penyuluh Pertanian Swadaya tetap menjaga semangat, meningkatkan kompetensi, serta terus menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Koordinator Penyuluh Pertanian, BPP, dan Dinas Pertanian," ujar Warsita.
"Saya juga berharap forum ini menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi, berbagi pengalaman keberhasilan, dan mendiskusikan berbagai kendala yang dihadapi di lapangan," harap Warsita.
"Mari kita jadikan rapat koordinasi ini sebagai titik penguatan komitmen bersama untuk memajukan pertanian Kabupaten Banjar. Kita bekerja bukan hanya untuk menyelesaikan tugas, tetapi juga untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani dan masyarakat," kata Warsita.
"Saya percaya, dengan PPS yang aktif, BPP yang kuat, koordinasi yang baik, serta dukungan seluruh jajaran Dinas Pertanian, pembangunan pertanian Kabupaten Banjar akan semakin maju, mandiri, dan berdaya saing," pungkas Warsita.
(Brigade Distan Syaripuddin)
