Dishub Banjar Gandeng UNISKA, Survei Inventarisasi Dermaga di Aranio untuk Tentukan Prioritas Pemeliharaan
MARTAPURA – Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar melalui Bidang Angkutan dan Keselamatan Perhubungan Darat melaksanakan survei inventarisasi dermaga di Kecamatan Aranio bekerja sama dengan Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA). Kegiatan ini bertujuan menghimpun data kondisi eksisting dermaga sebagai bahan kajian dalam menentukan prioritas pemeliharaan infrastruktur dermaga di Kabupaten Banjar.
Survei ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pengelolaan infrastruktur transportasi sungai dan danau melalui pendekatan yang terencana, terukur, dan berbasis kondisi nyata di lapangan.
Kegiatan inventarisasi mencakup pendataan kondisi fisik dermaga, identifikasi kerusakan, penilaian fungsi pelayanan, serta pengamatan terhadap fasilitas pendukung dan aspek keselamatan. Data tersebut nantinya menjadi bahan evaluasi untuk menyusun rekomendasi penanganan sesuai tingkat kebutuhan dan urgensi pemeliharaan.
Kepala Bidang Angkutan dan Keselamatan Perhubungan Darat, Bapak Farid Wajidi, S.HUT., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan inventarisasi ini merupakan langkah penting dalam mendukung perencanaan pemeliharaan dermaga agar lebih tepat sasaran.
“Melalui survei inventarisasi ini, kita ingin memperoleh gambaran kondisi dermaga secara menyeluruh sebagai dasar dalam menentukan skala prioritas pemeliharaan. Dengan tersedianya data yang akurat dan kajian teknis yang memadai, diharapkan penanganan dermaga dapat direncanakan sesuai tingkat kerusakan, kebutuhan pelayanan masyarakat, aspek keselamatan, serta kemampuan anggaran daerah.”
Sementara itu, Kepala Seksi Angkutan Sungai dan Danau, Rudy Ramadhani, S.HUT., menjelaskan bahwa kondisi dermaga perlu diidentifikasi secara langsung untuk mengetahui kebutuhan penanganan dan menjaga keberlangsungan pelayanan transportasi sungai dan danau.
“Dermaga memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama di wilayah yang mengandalkan transportasi sungai dan danau. Oleh karena itu, pendataan kondisi di lapangan sangat diperlukan agar kebutuhan pemeliharaan dapat diketahui secara lebih jelas dan penanganannya bisa diprioritaskan berdasarkan kondisi serta tingkat urgensinya.”
Dari aspek teknis sarana dan prasarana, Kepala Seksi Sarana Prasarana Perhubungan Darat, Ir. Fachrurrozy, S.Tr.Tra., M.Sc., menekankan pentingnya hasil inventarisasi sebagai dasar evaluasi kondisi infrastruktur dan penyusunan rekomendasi penanganan.
“Inventarisasi kondisi dermaga merupakan bagian penting dari proses perencanaan pemeliharaan infrastruktur. Melalui pemeriksaan dan pendataan teknis, kebutuhan penanganan diharapkan dapat diidentifikasi dengan lebih sistematis, sehingga rekomendasi pemeliharaan dapat disusun berdasarkan kondisi eksisting, tingkat kerusakan, fungsi fasilitas, serta pertimbangan keselamatan dan keberlanjutan pemanfaatannya.”
Kerja sama dengan UNISKA diharapkan dapat memperkuat proses kajian melalui dukungan pendekatan akademis dan teknis. Sinergi ini menjadi upaya untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan program pemeliharaan dermaga di Kabupaten Banjar.
Kecamatan Aranio menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam kegiatan ini karena keberadaan dermaga berperan dalam menunjang mobilitas masyarakat, aksesibilitas antarwilayah, serta aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan Waduk Riam Kanan.
Hasil survei selanjutnya diharapkan dapat digunakan untuk menyusun rekomendasi prioritas pemeliharaan berdasarkan kondisi fisik, tingkat kerusakan, fungsi pelayanan, urgensi penanganan, aspek keselamatan, serta ketersediaan anggaran.
Melalui kegiatan ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar berkomitmen mendorong pengelolaan infrastruktur dermaga yang lebih terencana dan berbasis data guna mendukung peningkatan keselamatan, kenyamanan, dan keberlanjutan pelayanan transportasi sungai dan danau bagi masyarakat.
Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar
Transportasi aman, pelayanan meningkat, konektivitas wilayah semakin kuat.
