Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar Sosialisasikan Pendewasaan Usia Perkawinan di MTsN At Thaiyibiyah

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar melaksanakan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) di MTsN At Thaiyibiyah, Desa Pakutik Kecamatan Sungai Pinang, Senin (26/10/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan, perencanaan masa depan, serta pencegahan perkawinan anak. Sosialisasi tersebut diikuti oleh 35 peserta, dengan sasaran utama siswi kelas VIII dan IX.

Alfian dari Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar menyampaikan bahwa pendewasaan usia perkawinan merupakan hal penting yang perlu dipahami oleh remaja sejak dini. Menurutnya, remaja perlu mempersiapkan masa depan dengan baik, terutama dalam menyelesaikan pendidikan, membangun kematangan emosional, serta memahami tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.

Ia berharap melalui sosialisasi ini, para siswi dapat meningkatkan pengetahuan tentang dampak perkawinan usia anak dan lebih bijak dalam merencanakan masa depan. Dengan demikian, remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, mandiri, berpendidikan, dan mampu meraih cita-cita.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Banjar dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mewujudkan generasi muda yang Maju, Mandiri, dan Agamis (MANIS). Kegiatan ini juga sejalan dengan Peraturan Bupati Banjar Nomor 13 Tahun 2019 tentang Perlindungan Anak sebagai salah satu landasan dalam upaya perlindungan anak dan pencegahan perkawinan anak.

Melalui sosialisasi ini, para peserta diharapkan memahami pentingnya mempersiapkan diri secara fisik, mental, pendidikan, dan sosial sebelum memasuki jenjang perkawinan. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah edukatif untuk membangun kesadaran remaja mengenai pentingnya pendewasaan usia perkawinan dan mendukung perlindungan anak di Kabupaten Banjar.



Komentar