Pemkab Banjar Apresiasi Disdik atas Capaian Pelayanan Prima PEKPPP Nasional

MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar menerima penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Banjar atas partisipasinya sebagai Unit Lokus Evaluasi Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Nasional oleh Kementerian PANRB Tahun 2025. Disdik Banjar memperoleh skor 4,66 dengan kategori Pelayanan Prima. Penghargaan diserahkan pada apel lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar, Senin (5/10/2026), di halaman Kantor Pemkab Banjar.

Apel tersebut diikuti jajaran aparatur Pemerintah Kabupaten Banjar dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, bertindak sebagai pembina apel. Dalam amanatnya, ia menyampaikan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, termasuk komitmen pelaksanaan wajib belajar 13 tahun dan perluasan akses pendidikan melalui Program 1 Desa 1 PAUD.

“Ini bertujuan agar layanan pendidikan usia dini menjadi makin merata bagi seluruh anak di penjuru desa,” ujar Yudi Andrea.

Ia juga menyampaikan bahwa seluruh sekolah saat ini telah mengimplementasikan pembelajaran mendalam (deep learning) secara masif dengan menekankan prinsip pembelajaran berkesadaran, memuliakan, dan senantiasa mengembalikan proses pembelajaran pada kebutuhan peserta didik.

Yudi menjelaskan, peningkatan mutu pendidikan terus diiringi dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Pada 2026, sebanyak 64 satuan pendidikan mendapatkan bantuan revitalisasi yang terdiri atas 41 PAUD, 13 SD, dan 10 SMP dengan total anggaran lebih dari Rp30 miliar. Selain itu, melalui LPPD Kabupaten Banjar, revitalisasi juga menyasar seluruh satuan SD dan SMP dengan alokasi anggaran lebih dari Rp18 miliar.

Dalam mendukung transformasi digital pendidikan, Kabupaten Banjar juga menerima 644 unit Papan Interaktif Digital (PID) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta menambah 55 unit dari anggaran daerah.

“Saya berpesan manfaatkan teknologi ini untuk ruang kreativitas guru agar siswa semakin mudah memahami materi pembelajaran,” pesannya.

Pada bidang akademik, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menunjukkan rata-rata nilai jenjang SD sebesar 53,41 yang menempatkan Kabupaten Banjar pada peringkat keempat se-Kalimantan Selatan, sedangkan jenjang SMP mencapai rata-rata 53,18 dan berada pada peringkat ketiga. Yudi meminta capaian tersebut menjadi bahan refleksi untuk terus melakukan perbaikan pada 2027, disertai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara transparan dan berkeadilan.

Menghadapi tantangan lingkungan, khususnya kondisi kabut asap, Disdik juga telah melakukan langkah mitigasi terhadap proses pembelajaran. Tercatat 448 satuan pendidikan mengajukan penyesuaian kegiatan belajar, terdiri atas 128 sekolah melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), 305 sekolah mengundurkan jam masuk, dan 17 sekolah menerapkan kombinasi keduanya.

“Penyesuaian ini diambil untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik serta pendidik kita di lapangan. Kami mengajak seluruh pengawas dan pemangku kepentingan pendidikan terus berkolaborasi agar pelayanan pendidikan semakin bermutu, merata, inklusif, adaptif, dan berdaya saing," tutupnya.


Komentar