Bunda PAUD Banjar dan HIMPAUDI Kalsel Perkuat Sinergi Peningkatan Kompetensi Guru PAUD

MARTAPURA, InfoPublik – Bunda PAUD Kabupaten Banjar, Hj. Nurgita Tiyas, S.Pd., M.Pd., melakukan audiensi dan koordinasi bersama Ketua HIMPAUDI Provinsi Kalimantan Selatan, Rabiatul Adawiyah, S.Ag., Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF/Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Arliza Mayasari, S.E., M.M., untuk memperkuat sinergi peningkatan kompetensi Guru PAUD.

Audiensi membahas tindak lanjut pengembangan kompetensi pendidik melalui pendidikan, pelatihan, pembinaan, dan pengembangan profesional secara berkelanjutan. Langkah tersebut sejalan dengan Komitmen Bersama Bunda PAUD Kabupaten Banjar dan HIMPAUDI Provinsi Kalimantan Selatan tentang Peningkatan Kompetensi Guru PAUD di Kabupaten Banjar.

Sebagai tindak lanjut, sebanyak 30 Guru PAUD Kabupaten Banjar yang sebelumnya telah mengikuti Diklat Berjenjang Tingkat Dasar akan mengikuti Diklat Berjenjang Tingkat Lanjut. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 23–28 Oktober 2026 di BPMP Provinsi Kalimantan Selatan.

Selain itu, sebanyak 24 Guru PAUD juga akan mengikuti Diklat Berjenjang Tingkat Dasar. Peserta diprioritaskan bagi guru yang belum berkualifikasi S1 dan belum pernah mengikuti diklat, sehingga kesempatan peningkatan kapasitas dapat diberikan kepada pendidik yang membutuhkan penguatan kompetensi.

Bunda PAUD Kabupaten Banjar, Hj. Nurgita Tiyas, menegaskan bahwa pengembangan kompetensi guru perlu dilakukan secara berkelanjutan karena berkaitan langsung dengan kualitas layanan kepada anak. “Guru PAUD memiliki peran penting dalam memberikan fondasi pendidikan bagi anak. Karena itu, peningkatan kompetensi guru harus terus didukung dan dikembangkan agar pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Ketua HIMPAUDI Provinsi Kalimantan Selatan, Rabiatul Adawiyah, menyampaikan dukungan terhadap penguatan kompetensi Guru PAUD di Kabupaten Banjar. Kolaborasi antara Bunda PAUD, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, BPMP, dan HIMPAUDI diharapkan terus dikembangkan agar program peningkatan kapasitas pendidik dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF/Kesetaraan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Arliza Mayasari, menekankan bahwa keberhasilan diklat tidak hanya diukur dari pengetahuan atau sertifikat yang diperoleh peserta. “Yang paling penting adalah bagaimana hasil diklat dapat diterapkan oleh guru di satuan PAUD masing-masing dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta layanan kepada anak,” jelasnya. Sinergi tersebut diharapkan melahirkan Guru PAUD yang semakin kompeten, layanan pendidikan yang semakin berkualitas, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.



Komentar