Perkuat Sinergi Penanganan ATS, Disdik Banjar Audiensi dengan Bunda PAUD
MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar memperkuat sinergi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui audiensi dan koordinasi dengan Bunda PAUD Kabupaten Banjar sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Hj. Nurgita Tiyas, S.Pd., M.Pd., Senin (5/10/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Kabid Pembinaan PAUD, Pendidikan Nonformal/Kesetaraan, Arliza Mayasari, S.E., M.M.
Audiensi digelar untuk menyampaikan sekaligus memperoleh dukungan terhadap aksi perubahan SAPA ATS BANJAR (Sinergi Aksi Penanganan Anak Tidak Sekolah Kabupaten Banjar). Program tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan ATS, mulai dari pendataan, pemetaan penyebab dan kebutuhan, mekanisme rujukan, layanan pendidikan, hingga monitoring dan tindak lanjut.
Arliza Mayasari menegaskan, penanganan ATS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak karena Dinas Pendidikan tidak dapat bekerja sendiri. “SAPA ATS BANJAR kita dorong sebagai upaya untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan Anak Tidak Sekolah, mulai dari data, pemetaan penyebab dan kebutuhan, mekanisme rujukan, layanan yang tersedia, sampai dengan tindak lanjut dan monitoring,” jelasnya.
Menurutnya, data ATS perlu diikuti dengan pemahaman terhadap kondisi dan penyebab masing-masing anak. Dengan demikian, intervensi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, baik melalui jalur pendidikan formal, pendidikan nonformal/kesetaraan maupun layanan lain yang relevan.
Bunda PAUD Kabupaten Banjar sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Banjar, Hj. Nurgita Tiyas, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan SAPA ATS BANJAR. Ia menilai keterlibatan keluarga dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan anak tetap mendapatkan hak memperoleh pendidikan. “Penanganan anak tidak sekolah merupakan tanggung jawab kita bersama. Keluarga harus menjadi bagian penting dalam memastikan anak tetap memperoleh pendidikan. Karena itu, kepedulian dari keluarga dan masyarakat perlu terus kita bangun,” ujarnya.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat peran TP PKK Kabupaten Banjar dalam membangun kepedulian keluarga dan lingkungan masyarakat terhadap anak yang mengalami hambatan dalam memperoleh pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, satuan pendidikan, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai penting agar setiap anak memperoleh perhatian serta solusi yang sesuai.
Arliza menyampaikan, dukungan Bunda PAUD dan TP PKK menjadi energi positif dalam memperluas gerakan penanganan ATS hingga tingkat kecamatan dan desa. SAPA ATS BANJAR diharapkan mampu memastikan data tidak berhenti pada pendataan, tetapi ditindaklanjuti dengan pemetaan, rujukan, layanan, monitoring, dan intervensi yang terkoordinasi sehingga semakin banyak anak dapat kembali memperoleh akses pendidikan.
