Disdik Banjar Gelar Bimtek Komunitas Belajar Jenjang SD, Dorong Budaya Mutu Berbasis Rapor Pendidikan
MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Komunitas Belajar Jenjang Sekolah Dasar Tahun 2026 di BMPM Provinsi Kalimantan Selatan, 5–6 Oktober 2026. Kegiatan diikuti 300 peserta yang terdiri atas kepala sekolah, guru, pengelola atau pengurus komunitas belajar, serta perwakilan komunitas guru berdasarkan bidang tugas.
Bimtek dibuka Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SD, Eddy Rachman, Ia menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya program dan kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari perubahan nyata terhadap kualitas pendidikan.
“Ukuran keberhasilan kita adalah perubahan. Perubahan pada kualitas pembelajaran, kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, dan yang paling penting, perubahan pada hasil belajar dan karakter peserta didik,” ujarnya.
Eddy menyampaikan, Bimtek Komunitas Belajar harus menjadi bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan pada jenjang Sekolah Dasar. Menurutnya, Rapor Pendidikan merupakan instrumen penting yang perlu dimanfaatkan sebagai dasar dalam memahami kondisi satuan pendidikan sekaligus menentukan arah perbaikan.
“Rapor Pendidikan harus kita jadikan cermin, sekaligus kompas,” tegasnya.
Ia mengajak kepala sekolah, guru, dan pengawas mengubah pola pikir dalam menyusun program perbaikan. Setiap program hendaknya diawali dengan melihat data, memahami persoalan, menentukan prioritas, kemudian menyusun langkah perbaikan.
“Jangan membuat program terlebih dahulu baru mencari data untuk mendukungnya. Sebaliknya, lihat datanya, pahami masalahnya, tentukan prioritasnya, kemudian susun program perbaikannya. Inilah budaya mutu yang harus kita bangun,” katanya.
Saat ini terdapat 83 komunitas belajar jenjang SD yang terdaftar pada Portal SINDARA BGTK Provinsi Kalimantan Selatan, terdiri atas satu komunitas pengawas, 14 komunitas kepala sekolah, dan 68 komunitas guru. Jumlah tersebut ditargetkan berkembang menjadi 114 komunitas, yang terdiri atas 19 komunitas kepala sekolah dan 95 komunitas guru dengan cakupan bidang seperti PJOK, PAI, serta Guru Kelas Fase A, Fase B, dan Fase C.
Eddy menekankan, pencapaian target tersebut tidak semata-mata berorientasi pada jumlah, tetapi harus diikuti dengan aktivitas dan dampak nyata terhadap pembelajaran.
“Target kita bukan sekadar 114 komunitas. Kita tidak ingin hanya mengejar jumlah. Yang kita inginkan adalah 114 komunitas yang hidup, aktif, produktif, dan memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran,” ungkapnya. Ia juga meminta setiap peserta dan komunitas menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang jelas sebelum kegiatan berakhir.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Disdik, pengawas sekolah, kepala sekolah, guru, BPMP, BGTK, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Pendidikan adalah kerja bersama. Mari kita bangun ekosistem pendidikan yang saling belajar, saling menguatkan, dan saling berbagi praktik baik,” ajaknya. Ia berharap komunitas belajar menjadi ruang lahirnya inovasi dan praktik baik, dengan Rapor Pendidikan sebagai dasar penentuan prioritas perbaikan sehingga peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, perkembangan peserta didik, serta perbaikan Rapor Pendidikan dapat berlangsung secara nyata dan berkelanjutan.
