Membangun Banjar Berbasis Budaya, Kasubbag Renkeu Kecamatan Karang Intan Hadiri Ekspose Pendahuluan Kajian Indeks Pembangunan Kebudayaan 2026
BANJAR InfoPublik– Komitmen Pemerintah Kabupaten Banjar dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai budaya daerah terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis.
Salah satunya melalui kegiatan Ekspose Pendahuluan Kajian Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) Kabupaten Banjar Tahun 2026 yang dilaksanakan di Aula Bauntung Lantai 3 Bapperida Kabupaten Banjar, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, akademisi, pemangku kepentingan kebudayaan, serta instansi terkait.
Dari Kecamatan Karang Intan hadir Kasubbag Perencanaan, Keuangan dan Aset Kecamatan Karang Intan, Neni Ruyanti, untuk mengikuti pemaparan awal mengenai penyusunan kajian yang akan menjadi dasar pengukuran dan evaluasi pembangunan kebudayaan di Kabupaten Banjar.
Ekspose pendahuluan ini bertujuan untuk memberikan gambaran awal mengenai metode, indikator, ruang lingkup kajian, serta strategi pengumpulan data yang akan digunakan dalam penyusunan Indeks Pembangunan Kebudayaan. Kajian tersebut diharapkan mampu menggambarkan kondisi aktual pembangunan kebudayaan sekaligus menjadi bahan perumusan kebijakan daerah yang lebih tepat sasaran.
Dalam pemaparannya, narasumber dari Tim Peniliti UNISKA DR.Zaki,menjelaskan bahwa Indeks Pembangunan Kebudayaan merupakan instrumen penting untuk mengukur kemajuan pembangunan sektor budaya yang meliputi pelestarian warisan budaya, pengembangan seni, literasi budaya, ekonomi budaya, hingga partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebudayaan.
Beliau juga menyampaikan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari aspek ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan daerah dalam menjaga identitas dan nilai-nilai budaya yang dimiliki.
"Kebudayaan merupakan fondasi pembangunan yang berkelanjutan. Melalui Indeks Pembangunan Kebudayaan, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi budaya masyarakat serta menentukan langkah-langkah pengembangan yang lebih terarah."Tuturnya.
Ia menambahkan bahwa Kabupaten Banjar memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari tradisi, kesenian, bahasa, situs bersejarah hingga kearifan lokal yang perlu terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
"Kajian ini diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan yang mampu mendorong pelestarian budaya sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan pembangunan daerah."Tambahnya.i
Sementara itu, Kasubbag Perencanaan, Keuangan dan Aset Kecamatan Karang Intan, Neni Ruyanti, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut yang dinilai sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah berbasis budaya.
"Kegiatan ini memberikan wawasan yang sangat berharga mengenai pentingnya kebudayaan sebagai salah satu indikator pembangunan daerah. Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga aset yang harus dijaga dan dikembangkan untuk masa depan dan Kecamatan Karang Intan memiliki berbagai potensi budaya, tradisi, dan nilai-nilai lokal yang dapat menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Kebudayaan Kabupaten Banjar serta Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi acuan dalam penyusunan program pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga memperhatikan pelestarian identitas budaya masyarakat."Tutur Neni Ruyanti.
Salah seorang peserta dari perangkat daerah menyampaikan bahwa penyusunan Indeks Pembangunan Kebudayaan sangat diperlukan sebagai alat ukur keberhasilan pembangunan sektor budaya di daerah beliau menyampaikan bahwa, "selama ini pembangunan budaya sering kali sulit diukur secara kuantitatif. Melalui indeks ini, kita dapat mengetahui capaian, tantangan, dan langkah yang perlu dilakukan untuk memperkuat sektor kebudayaan."katanya.
Peserta lainnya berharap hasil kajian nantinya dapat menjadi referensi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam merancang program pelestarian budaya yang lebih efektif dan berkelanjutan.
"Kebudayaan merupakan identitas daerah. Dengan data yang valid dan kajian yang komprehensif, upaya pelestarian budaya akan lebih terarah dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang."harapnya.
Melalui kegiatan ekspose pendahuluan ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, komunitas budaya, dan masyarakat dalam mendukung penyusunan Indeks Pembangunan Kebudayaan Kabupaten Banjar Tahun 2026 sebagai landasan pembangunan yang berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
(IP Kab Banjar Brigade Karang Intan/Hernadi)
