4.500 Liter Air Bersih Disalurkan ke Ponpes An Najah, Respons Dampak Kemarau Panjang
BERUNTUNG BARU – Kemarau panjang mulai berdampak pada ketersediaan air bersih di Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar. Kondisi minim hujan dalam waktu cukup lama menyebabkan sejumlah sumber air mengalami penurunan ketersediaan. Sumur-sumur mulai mengering, sementara air sungai yang menjadi salah satu sumber air masyarakat mengalami perubahan kualitas dan terasa asin, sehingga pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi semakin sulit.
Kondisi tersebut turut dirasakan lingkungan pendidikan keagamaan, termasuk Pondok Pesantren (Ponpes) An Najah di Desa Haur Kuning. Untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih, BPBD Kabupaten Banjar bersama Relawan Buser 690 menyalurkan sebanyak 4.500 liter air bersih ke Ponpes An Najah, Sabtu (19/9/2026).
Penyaluran dilakukan mulai pukul 15.30 WITA hingga selesai menggunakan satu unit tangki BPBD Kabupaten Banjar. Dua personel BPBD Kabupaten Banjar bersama Relawan Buser 690 menyalurkan air secara langsung ke kolam penampungan di lingkungan pesantren.
Kondisi sumur yang mulai mengering dan air sungai yang terasa asin membuat sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat tidak lagi dapat diandalkan sepenuhnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi tersebut meningkatkan kebutuhan terhadap distribusi air bersih, khususnya bagi masyarakat dan fasilitas yang membutuhkan pasokan air dalam jumlah cukup.
Di lingkungan Ponpes An Najah, ketersediaan air sangat penting untuk menunjang kebutuhan para santri, pengasuh, dan tenaga pendidik. Air digunakan untuk kebutuhan sanitasi, kebersihan lingkungan, pemeliharaan fasilitas, serta aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren.
Tambahan pasokan sebanyak 4.500 liter air bersih diharapkan dapat menjadi cadangan untuk membantu menjaga kebutuhan sanitasi dan kebersihan pesantren selama kondisi kemarau masih berlangsung. Air ditempatkan di kolam penampungan agar dapat dikelola dan digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan.
Bagi para santri, ketersediaan air bersih berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kebersihan selama menjalani aktivitas di pesantren. Pasokan air juga mendukung kebutuhan sehari-hari, termasuk sanitasi serta kegiatan belajar dan ibadah.
Sementara bagi pengelola pesantren, bantuan tersebut menjadi dukungan dalam menghadapi keterbatasan sumber air akibat kemarau panjang. Dengan adanya tambahan pasokan, kebutuhan air untuk fasilitas dan lingkungan pesantren dapat tetap diperhatikan di tengah menurunnya ketersediaan sumber air di wilayah sekitar.
Penyaluran ini merupakan bagian dari respons BPBD Kabupaten Banjar bersama unsur relawan terhadap dampak kemarau panjang dan meningkatnya kebutuhan air bersih di wilayah Kecamatan Beruntung Baru. Kolaborasi di lapangan diharapkan dapat membantu masyarakat dan fasilitas pelayanan publik yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru mengapresiasi dukungan BPBD Kabupaten Banjar dan Relawan Buser 690 dalam membantu pemenuhan kebutuhan air bersih di lingkungan Ponpes An Najah. Sinergi lintas unsur diharapkan terus diperkuat untuk merespons kebutuhan masyarakat selama kondisi kemarau.
Pihak pesantren diimbau menggunakan air secara hemat dan bijak dengan memprioritaskannya untuk kebutuhan sanitasi, kebersihan fasilitas, serta kebutuhan penting lainnya. Masyarakat juga diharapkan menggunakan persediaan air secara efisien selama kondisi kemarau panjang masih berlangsung.
(IP/Beruntung Baru/Brigade Informasi RA)
