Rapat Perdana Tim Efektif SAPA ATS BANJAR Matangkan Tahapan Aksi Perubahan
MARTAPURA, InfoPublik - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pembinaan PAUD dan PNF/Kesetaraan melaksanakan rapat perdana Tim Efektif Aksi Perubahan SAPA ATS BANJAR (Sinergi Aksi Penanganan Anak Tidak Sekolah) bersama Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF, Arliza Mayasari, SE., MM. Rapat tersebut menjadi tindak lanjut pembentukan Tim Efektif dalam mendukung optimalisasi koordinasi Pendidikan Nonformal untuk penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). (17/9/2026)
Sejumlah agenda strategis dibahas, meliputi penyamaan pemahaman, pembagian peran, serta penyusunan jadwal pelaksanaan kegiatan. Tahapan tersebut mencakup pengumpulan data, verifikasi dan pemetaan ATS, pemetaan jejaring, penyusunan instrumen dan database, pengembangan kompetensi, sosialisasi, hingga uji coba mekanisme SAPA ATS BANJAR.
Arliza Mayasari mengatakan, penyusunan tahapan dan waktu pelaksanaan diperlukan agar seluruh anggota tim memiliki acuan kerja yang sama dalam menjalankan aksi perubahan.
“Kita perlu memastikan setiap tahapan memiliki target, penanggung jawab, dan bukti pelaksanaan yang jelas, sehingga prosesnya dapat dipantau dan dievaluasi secara berkala,” jelasnya.
Pada kegiatan jangka pendek, Tim Efektif menyiapkan pengumpulan dan pengolahan data ATS dari dasbor, verifikasi data, serta pemetaan penyebab dan kebutuhan penanganan. Pemetaan kesiapan layanan Pendidikan Kesetaraan melalui SPNF SKB/PKBM turut menjadi bagian dari agenda, termasuk inisiasi kemitraan dengan pondok pesantren sebagai penguatan jejaring rujukan.
Pembahasan selanjutnya diarahkan pada penyusunan alur koordinasi dan rujukan ATS, instrumen monitoring dan tindak lanjut, serta database sederhana yang memuat data terverifikasi, status rujukan, dan perkembangan penanganan. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mendukung koordinasi yang lebih sistematis dan terdokumentasi.
Tim Efektif juga menyiapkan strategi pengembangan kompetensi serta sosialisasi SAPA ATS BANJAR kepada stakeholder. Setelah itu, mekanisme akan diuji coba untuk memperoleh bahan evaluasi dan penyempurnaan terhadap proses koordinasi, rujukan, monitoring, serta tindak lanjut ATS.
Pelaksanaan seluruh tahapan dilakukan secara terkoordinasi sesuai tugas dan peran masing-masing anggota Tim Efektif dengan mengedepankan sinergi lintas stakeholder. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi langkah awal Dinas Pendidikan dalam memperkuat mekanisme penanganan ATS agar lebih terarah, terhubung dengan layanan yang sesuai, serta memiliki tindak lanjut dan monitoring yang jelas.
