Inovasi SI PANDAI MANIS Dinsos P3AP2KB Optimalisasi Kinerja Pelayanan Rehabilitasi Sosial Kabupaten Banjar

Martapura, InfoPublik – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan sosial melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi informasi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Rancangan Aksi Perubahan Kinerja Organisasi yang diusung Kepala Bidang Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Hudan Azzuhry, dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan VI Tahun 2026, Selasa (15/9/2026).

Rancangan aksi perubahan tersebut mengangkat inovasi dengan tema “Optimalisasi Kinerja Penyelenggaraan Teknis Urusan Rehabilitasi Sosial melalui Sistem Informasi Pelayanan Bidang Rehabilitasi Jaminan dan Perlindungan Sosial (SI PANDAI MANIS)”.

Rancangan tersebut telah diseminarkan dan disahkan pada Selasa, 15 September 2026 di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banjar. Dalam dokumen tersebut, Hj. Erny Wahdini tercatat sebagai mentor Normalina, sebagai coach, dan Rina Astuti sebagai penguji.

Hudan menjelaskan SI PANDAI MANIS dirancang sebagai upaya memperkuat penyebarluasan informasi pelayanan Bidang Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial dengan memanfaatkan website Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar. Pada tahap awal, inovasi ini bukan berupa aplikasi pelayanan bantuan sosial secara penuh, melainkan optimalisasi website yang telah tersedia agar informasi pelayanan tersaji secara khusus, terstruktur dan mudah ditemukan oleh desa/kelurahan, kecamatan, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), maupun masyarakat.

"Melalui SI PANDAI MANIS, informasi yang disajikan mencakup jenis layanan atau bantuan sesuai kewenangan bidang, persyaratan, dokumen yang perlu dipersiapkan, serta alur dan prosedur pengusulan. Sistem tersebut juga memberikan informasi mengenai pentingnya verifikasi dan validasi data calon penerima, termasuk Desil Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan kondisi riil sebelum usulan disampaikan," ujarnya.

Inovasi ini dilatarbelakangi kondisi pelayanan bantuan sosial yang masih cenderung menunggu usulan dari masyarakat melalui pemerintah desa atau kelurahan. Selain itu, informasi mengenai jenis bantuan, persyaratan dan mekanisme pengusulan dinilai perlu diperkuat agar dapat diketahui secara lebih merata oleh seluruh wilayah Kabupaten Banjar.

Melalui penyediaan informasi yang lebih jelas dan mudah diakses, SI PANDAI MANIS diharapkan dapat meningkatkan kualitas usulan bantuan sosial, mendorong verifikasi dan validasi data sejak tingkat desa/kelurahan, serta membantu mempercepat proses penyaluran bantuan yang telah tersedia.

"Selain itu, inovasi ini diarahkan untuk meningkatkan transparansi layanan, memperluas jangkauan informasi, mempermudah koordinasi antara kecamatan, TKSK dan desa/kelurahan, serta mendukung pengelolaan bantuan sosial yang lebih terencana dan proaktif," terangnya.

Implementasi jangka pendek aksi perubahan dijadwalkan selama kurang lebih dua bulan, yakni mulai 16 September hingga 15 November 2026. Fokus awal ditempatkan pada optimalisasi website, penyusunan standar operasional prosedur, penyiapan konten layanan serta sosialisasi kepada pihak terkait.

"Ke depan, SI PANDAI MANIS diharapkan dapat dikembangkan menuju integrasi sistem informasi pelayanan seluruh bidang di Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar. Dalam jangka panjang, inovasi tersebut juga diarahkan untuk mendukung digitalisasi pelayanan, pengembangan aplikasi khusus pelayanan serta membangun jejaring dan kemitraan dengan berbagai pihak," katanya.

Melalui inovasi tersebut, Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar berupaya menghadirkan pelayanan sosial yang semakin informatif, transparan, terstruktur dan mudah diakses, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang sosial.

Tim Kreatif


Komentar