Bendahara Kecamatan Gambut Ikuti Sosialisasi SP2D Online Terintegrasi SIPD-RI
Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Banjar menggelar kegiatan Sosialisasi dan Pendampingan Implementasi SP2D Online Terintegrasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD-RI) Modul Keuangan. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa, 14–15 September 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dimulainya penerapan SP2D Online di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar yang terintegrasi dengan SIPD-RI, sekaligus menindaklanjuti hasil uji coba implementasi sebelumnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris BPKPAD Kabupaten Banjar, Ajidinnor Ridhali, yang mewakili Kepala BPKPAD Kabupaten Banjar selaku BUD, Nashrullah Shadiq bertempat Aula Permata Lantai 2 Kantor BPKPAD Kabupaten Banjar. Senin, (14/9/2026).
Pemerintah Kecamatan Gambut menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan transformasi digital pengelolaan keuangan daerah.
Camat Gambut, Ramdani, menyampaikan dukungan penuh terhadap implementasi SP2D Online. Menurutnya, sistem baru ini akan mendorong tata kelola keuangan yang lebih transparan, akuntabel, efisien, dan lebih cepat dalam proses pencairan. Selain itu, sistem terintegrasi ini juga dinilai mampu meminimalkan kesalahan, meningkatkan keamanan data, serta mempermudah pengawasan.
"Kami di Kecamatan Gambut siap mengikuti prosedur dan arahan yang disampaikan. Implementasi SP2D Online ini merupakan langkah maju untuk mewujudkan pelayanan keuangan yang lebih baik kepada masyarakat," ujar Ramdani.
Kehadiran Bendahara Kecamatan Gambut
Pada hari pertama, Senin (14/9/2026), kegiatan diikuti oleh 47 peserta Bendahara Pengeluaran dari seluruh perangkat daerah. *Bendahara Pengeluaran Kecamatan Gambut, Hairudin*, turut hadir bersama bendahara lainnya.
Pada hari kedua nanti, Selasa, (15/9/ 2026), kegiatan dilanjutkan dengan 56 peserta Bendahara Pengeluaran Pembantu.
Menurut Hairudin, Kecamatan Gambut siap menjalankan seluruh prosedur baru dan segera mengimplementasikan SP2D Online di lingkungan kecamatan. "Arahan dan materi yang disampaikan sangat membantu kami dalam memahami alur baru. Kami siap mendukung agar implementasi berjalan lancar," ungkapnya.
Kegiatan menghadirkan dua narasumber dari Direktorat Jenderal Pembinaan Perimbangan Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri RI.
Materi I disampaikan oleh Tenaga Ahli SIPD Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI, Achmad Qusyairi, yang membahas tentang Juknis dan Kebijakan Aplikasi SIPD-RI. Penyampaian materi dilakukan melalui pertemuan daring.
Materi II disampaikan oleh AKPD Ahli Muda Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri RI, Andri Satriajati, dengan tema "Proses Bisnis Aplikasi SIPD-RI".
Andri menjelaskan bahwa secara substansi proses bisnis tidak berubah. Sebelumnya terdapat lima langkah yang dilakukan secara manual, yaitu: pengecekan saldo RKUD, pengecekan rekening rekanan, pembuatan ID Billing, cek mutasi harian, dan penerbitan NTPN. Dengan SP2D Online, seluruh proses tersebut dilakukan secara otomatis dan terintegrasi. "Sebenarnya prosesnya sama, hanya metode pentransferannya saja yang berbeda dan lebih cepat," jelas Andri.
Melalui sosialisasi dan pendampingan ini, BPKPAD Kabupaten Banjar berharap seluruh bendahara di perangkat daerah dapat memahami dan menjalankan sistem SP2D Online dengan baik, sehingga pengelolaan keuangan daerah semakin efektif dan akuntable.
Kegiatan dipandu dan didampingi Kepala Sub. Bidang Pengelolaan Belanja Daerah Kabupaten Banjar Husain dan Staf Bidang Akutansi BPKPAD Isromullah. (IP. Kab. Banjar/ Brigade Gambut/ Hairudin).
