Gerakan Bawa Air, Wujud Kepedulian Warga SMPN 1 Aranio Hadapi Kekeringan

ARANIO, InfoPublik – Dampak kekeringan yang terjadi di wilayah Aranio turut dirasakan SMP Negeri 1 Aranio, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk sanitasi dan kebersihan sekolah. Kondisi tersebut mendorong seluruh warga sekolah untuk bersama-sama mengambil langkah sederhana dalam memenuhi kebutuhan air.

Pada Rabu (2/9/2026), murid kelas VII, VIII, dan IX bersama guru serta tenaga kependidikan SMPN 1 Aranio melaksanakan aksi membawa air dari rumah masing-masing. Setiap warga sekolah membawa sedikitnya 1,5 liter air atau lebih untuk dikumpulkan sebagai persediaan kebutuhan sanitasi.

Air yang dibawa kemudian dituangkan ke dalam wadah penampungan yang telah disiapkan di lingkungan sekolah. Dengan didampingi guru dan tenaga kependidikan, para murid bergotong royong membawa serta mengumpulkan air hingga menjadi persediaan yang bermanfaat bagi kebutuhan bersama.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi upaya menghadapi keterbatasan air, tetapi juga pembelajaran nyata bagi peserta didik. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan menjadi sarana untuk menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, disiplin, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Wakil Kepala SMP Negeri 1 Aranio, Patmawati, S.Ag., mengatakan aksi tersebut memiliki makna lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan air di sekolah. Menurutnya, kegiatan itu menjadi kesempatan bagi para murid untuk belajar peduli dan bertanggung jawab terhadap kebutuhan bersama.

“Kondisi kekeringan ini mengajarkan kepada anak-anak bahwa kebutuhan bersama harus dihadapi bersama. Dengan membawa air dari rumah, mereka belajar peduli, bertanggung jawab, dan bergotong royong membantu sekolah. Walaupun hanya 1,5 liter atau lebih, ketika dilakukan oleh seluruh warga sekolah, manfaatnya sangat besar,” ujar Patmawati.

Keterbatasan air tidak menyurutkan semangat warga SMPN 1 Aranio untuk saling membantu. Kebersamaan antara murid, guru, dan tenaga kependidikan menjadi kekuatan dalam menjaga kebutuhan sanitasi sekaligus membangun budaya sekolah yang peduli, bertanggung jawab, dan mengedepankan semangat gotong royong.


Komentar