Tembus 5 Ton per Hektare, Distan Banjar Hadiri Syukuran Panen Padi Unggul di Desa Sungkai

BANJAR, InfoPublik - Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) menghadiri syukuran dan panen padi unggul dilahan kelompok tani Sungkai Sejahtera Desa Sungkai Kecamatan Simpang Empat, Senin (31/8/2026). Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur para petani atas hasil panen. 

Acara dihadiri Kepala Dinas Pertanian Banjar Warsita beserta jajarannya, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel, BBPP Binuang, Ketua Tani Mereka Helda, habinkamtibmas, Babinsa, Koordinator Penyuluh serta PPL Simpang Empat, dan tokoh masyarakat setempat yang berkomitmen penuh mendukung ketahanan pangan daerah.  

Kadistan Banjar, Warsita, memberikan apresiasi pada para petani dan penyuluh yang sukses mengawal musim tanam hingga memetik hasil manis. Tak hanya berharap Desa Sungkai menjadi sumber inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Banjar. 

Warsita bersama pejabat yang hadir dikegiatan tersebut, dalam sambutannya selalu mengingatkan agar menjaga alam kita dengan tidak membuka lahan dengan membakar karena dampak kita rasakan asap dan udara yang sangat tidak sehat. 

Dalam setiap kesempatan sambutannya, Warsita bersama jajaran pejabat tak henti-hentinya menggemakan pesan kelestarian alam. Ia menegaskan pentingnya menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat bahaya nyata dari kabut asap dan ancaman kualitas udara yang sangat tidak sehat bagi masyarakat serta sanksi yang berat.

Sementara itu, Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Nurul Chatimah, mengungkapkan bahwa desa ini mendapatkan alokasi benih padi unggul varietas Inpari 32 seluas 10 hektare. "Sejak didistribusikan April lalu, alhamdulillah proses tanam hingga panen berjalan sangat cepat tanpa terkendala kekeringan sedikit pun," tutur Nurul.

Nurul menambahkan agar petani dan penyuluh mengikuti update data BMKG 2027,  jadi kapan musim hujan dan kapan puncak kemarau jadi bisa prediksi tanam. Dengan menggunakan  padi umur yang lebih pendek, panen bisa lebih cepat. 

Nurul menekankan pentingnya bagi petani dan penyuluh untuk aktif memantau pembaruan data cuaca dari BMKG. Dengan memetakan awal musim hujan hingga puncak kemarau secara presisi, jadwal tanam dapat diprediksi lebih akurat. Melalui penggunaan varietas padi berumur pendek agar masa panen bisa diraih lebih cepat.

Dari hasil ubinan, varietas padi unggul Inpari 32 mencatatkan angka yang menggembirakan, yakni mencapai 3,7 kilogram untuk sampel ukuran 2,5 x 2,5 meter. Angka ini setara dengan potensi produktivitas sebesar 5 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare sebuah capaian yang baik.

Ketua Tani Merdeka, Helda menilai keberhasilan panen tidak terlepas dari kerja keras petani, dukungan pemerintah serta penggunaan benih unggul yang sesuai dengan kondisi lahan.

“Tentu kita berharap ke depan dukungan kepada petani terus diperkuat, baik dari sisi benih, pupuk, pengairan maupun pendampingan. Karena petani adalah salah satu ujung tombak dalam menjaga ketahanan pangan kita,” katanya.
(Brigade Distan Syaripuddin) 


Komentar