Lokakarya Strategi Daerah Kelanjutusiaan: Perkuat Komitmen Bersama Wujudkan Lansia Bermartabat di Kabupaten Banjar
BANJAR InfoPublik–
Camat Karang Intan, H. Pusaro Riyanto, menghadiri kegiatan Lokakarya Strategi Daerah Kelanjutusiaan untuk Mewujudkan Lansia Bermartabat yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah (PD) 'Aisyiyah Kabupaten Banjar dalam rangka pelaksanaan Program INKLUSI, bertempat di Aula Baiman Bapperida Kabupaten Banjar, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi berbagai pemangku kepentingan untuk membangun pemahaman bersama sekaligus memperkuat komitmen dalam penyusunan dan pelaksanaan strategi kelanjutusiaan di daerah. Tujuannya adalah agar para lanjut usia (lansia) dapat menjalani kehidupan yang bermartabat, sehat, mandiri, aktif, produktif, serta tetap memiliki kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Lokakarya dihadiri oleh 50 peserta yang berasal dari berbagai unsur, di antaranya Sentra Budi Luhur Banjarbaru Kementerian Sosial RI, BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Bapperida Kabupaten Banjar, Dinas Sosial P3AP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, DKUMPP, Dinas PMD, Dinas Pertanian, Kementerian Agama, Rumah Sakit Ratu Zalecha, PT PLN (Persero), camat dan puskesmas lokus Program Inklusi, kepala desa, organisasi kemasyarakatan, akademisi, tokoh agama, lembaga zakat, organisasi perempuan, kelompok lansia, serta media.
Dalam sambutannya, Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Banjar, Hj. Nadia, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penduduk lanjut usia harus dipandang sebagai peluang sekaligus tantangan yang memerlukan perhatian bersama.
“Lansia bukan kelompok yang hanya menerima bantuan, tetapi merupakan sumber pengalaman, nilai, dan kebijaksanaan yang sangat berharga bagi masyarakat. Karena itu, diperlukan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan agar mereka tetap dapat hidup sehat, produktif, dan berdaya,” ujarnya.
Hj. Nadia menegaskan bahwa Program INKLUSI yang dijalankan PD 'Aisyiyah Kabupaten Banjar berupaya mendorong lahirnya lingkungan yang ramah lansia melalui sinergi lintas sektor.
“Keberhasilan pembangunan kelanjutusiaan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat, dunia usaha, lembaga keagamaan, tenaga kesehatan, hingga keluarga sebagai lingkungan terdekat lansia,” tambahnya.
Menurutnya, hasil lokakarya ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi acuan dalam penyusunan program dan kebijakan daerah yang berpihak pada kebutuhan lansia.
Sementara itu, Camat Karang Intan, H. Pusaro Riyanto, menyambut baik pelaksanaan lokakarya tersebut sebagai langkah nyata dalam membangun kepedulian terhadap kesejahteraan lansia.
Beliau menyampaikan bahwa Lansia merupakan bagian penting dari masyarakat yang telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka memperoleh akses terhadap pelayanan kesehatan, perlindungan sosial, serta ruang partisipasi yang memadai.
Camat Karang Intan juga menilai bahwa pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan daerah yang ramah lansia.
“Saya berharap hasil lokakarya ini dapat diterjemahkan menjadi program nyata yang menyentuh langsung kebutuhan lansia hingga tingkat desa dan kelurahan dan Pemerintah Kecamatan Karang Intan siap mendukung dan bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi lansiaserta Pemberdayaan lansia harus menjadi bagian dari pembangunan daerah, karena mereka memiliki pengalaman dan pengetahuan yang dapat diwariskan kepada generasi muda serta Kita harus memastikan tidak ada lansia yang tertinggal dalam akses layanan kesehatan, perlindungan sosial, maupun kegiatan sosial kemasyarakatan dan juga Komitmen terhadap kesejahteraan lansia bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab keluarga dan seluruh elemen masyarakat.”Kata H. Pusaro Riyanto.
Sementara itu dari Kepala Dinas P3AP2KB Hj.Erny Wahdini menyampaikan dalam sambutannya bahwa sinergi lintas sektor sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui layanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau dan berkesinambungan.
Beliau berharap terbentuk kebijakan daerah yang lebih responsif terhadap kebutuhan lansia, khususnya dalam bidang kesehatan dan perlindungan sosial.
Dan Perlu adanya penguatan program desa ramah lansia agar pelayanan kepada lansia semakin dekat dan mudah diakses.
Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan keluarga harus terus diperkuat agar lansia tetap aktif, sehat, dan produktif dan Lansia hendaknya diberikan lebih banyak ruang untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, keagamaan, dan pembangunan masyarakat.
“Hasil lokakarya ini diharapkan menjadi dasar lahirnya program berkelanjutan yang benar-benar memberikan manfaat bagi para lansia.”katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kabupaten Banjar yang semakin inklusif, ramah lansia, serta mampu memberikan kehidupan yang bermartabat bagi seluruh warga lanjut usia.
(IP Kab Banjar Brigade Karang Intan/Hernadi)
