Kandidat Sekolah Rujukan Google, SMPN 6 Martapura Perkuat Transformasi Digital lewat Presensi RFID dan Si-Baramuda

MARTAPURA, InfoDisdik – SMP Negeri 6 Martapura terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari langkah menuju Sekolah Rujukan Google. Berbagai inovasi dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, kedisiplinan, administrasi, dan pelayanan kepada warga sekolah maupun masyarakat. (26/8/2026)

Salah satu inovasi terbaru adalah penerapan sistem presensi digital menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID). Sistem tersebut memungkinkan siswa mencatat kehadiran hanya dengan memindai kartu saat datang dan pulang sekolah, sehingga data tersimpan secara otomatis, cepat, tertib, dan akurat.

Presensi RFID tersebut dikembangkan secara mandiri dengan memanfaatkan kecerdasan buatan Gemini AI yang dipadukan dengan Google Apps Script. Pemanfaatan ekosistem Google ini semakin menegaskan posisi SMPN 6 Martapura sebagai satu-satunya Kandidat Sekolah Rujukan Google (KSRG) jenjang SMP di Kabupaten Banjar.

Data kehadiran yang tercatat secara real-time dapat dipantau kepala sekolah dan tenaga pendidik tanpa bergantung pada pencatatan manual. Orang tua atau wali murid juga memperoleh akses untuk memantau status kehadiran anak melalui gawai, sehingga komunikasi dan pengawasan antara sekolah dengan keluarga semakin terbuka.

Salah seorang orang tua murid, Normansyah, mengapresiasi penerapan sistem tersebut. “Saya sangat terbantu dengan aplikasi ini karena dapat memantau kehadiran anak saya di sekolah. Anak juga menjadi lebih perhatian dan tentu mereka tidak ingin terlambat datang ke sekolah,” ungkapnya saat ditemui di lingkungan sekolah.

Selain mendukung kedisiplinan, transformasi digital SMPN 6 Martapura juga diwujudkan dalam pelayanan administrasi melalui Aplikasi Si-Baramuda. Aplikasi yang dikembangkan menggunakan Gemini AI dan Google Apps Script tersebut memungkinkan masyarakat serta orang tua mengajukan berbagai permohonan layanan secara daring tanpa harus datang langsung ke sekolah.

Petugas pelayanan sekolah, Firda Lutfhiani, menjelaskan Si-Baramuda membantu mempercepat proses pengajuan hingga penerbitan dokumen. “Kami dapat memantau permintaan layanan yang masuk dan dapat segera menindaklanjuti permintaan pelayanan dan pengguna layanan dapat segera menerima hasilnya, karena mereka dapat mengunduh hasil layanan dari aplikasi jika status permintaan pelayanannya telah disetujui,” jelasnya.

Kemudahan tersebut turut dirasakan Ema Susanti saat mengurus rencana mutasi anaknya dari SMPN 6 Lubuk Alung, Padang, ke SMPN 6 Martapura. “Aplikasinya lancar dan mudah digunakan, saya mendaftarkan akun dan kemudian memilih layanan yang saya inginkan, mengunggah persyaratan, dan 45 menit kemudian, permohonan pelayanan saya sudah selesai, lalu saya unduh hasilnya. Ini sangat membantu dan memudahkan saya yang tidak dapat datang langsung ke sekolah,” tuturnya.

Rangkaian inovasi tersebut memperlihatkan keseriusan SMPN 6 Martapura dalam membangun ekosistem sekolah berbasis teknologi Google. Penerapan presensi RFID dan Si-Baramuda tidak hanya meningkatkan efisiensi dan transparansi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola sekolah sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google di Kabupaten Banjar, dengan layanan pendidikan yang semakin adaptif, cepat, dan mudah diakses.


Komentar