Lestarikan Seni Budaya, Warga Bawahan Selan Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Pertunjukan Kuda Kepang
MATARAMAN-InfoPublik- Semangat
memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di
Desa Bawahan Selan, Kecamatan Mataraman, tidak hanya diwujudkan melalui
berbagai perlombaan rakyat, tetapi juga dengan melestarikan seni dan budaya
tradisional. Salah satunya melalui pertunjukan Kuda Kepang yang digelar untuk
memeriahkan rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI.(20/8/2026)
Pertunjukan Kuda Kepang mendapat
sambutan antusias dari masyarakat. Warga dari berbagai kalangan tampak hadir
menyaksikan penampilan kesenian tradisional tersebut. Anak-anak, pemuda, hingga
orang tua berbaur menikmati pertunjukan dalam suasana penuh kegembiraan dan
kebersamaan.
Kuda Kepang menjadi salah satu
kesenian tradisional yang memiliki daya tarik tersendiri. Para penampil
menampilkan gerakan-gerakan khas menggunakan properti kuda yang terbuat dari
anyaman, diiringi musik tradisional yang semakin menambah semarak suasana.
Bagi masyarakat Desa Bawahan
Selan, pertunjukan tersebut bukan sekadar hiburan. Kegiatan ini menjadi bagian
dari upaya bersama untuk menjaga dan melestarikan seni budaya agar tetap hidup
serta dikenal oleh generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Pambakal Bawahan Selan Marjuddin
menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme masyarakat dalam memeriahkan HUT
ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjaga kesenian tradisional.
“Kami sangat mengapresiasi
antusiasme masyarakat dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik
Indonesia melalui pertunjukan Kuda Kepang. Kegiatan ini bukan hanya sebagai
hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita bersama untuk melestarikan
seni dan budaya tradisional agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi
muda,” ujar Marjuddin.
Menurutnya, pelestarian seni
budaya membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh masyarakat, terutama
generasi muda. Dengan adanya kegiatan seperti pertunjukan Kuda Kepang,
anak-anak dan pemuda dapat lebih mengenal kekayaan budaya yang ada di tengah
masyarakat.
Marjuddin juga menilai kegiatan
tersebut memiliki nilai positif dalam mempererat hubungan antarwarga.
Masyarakat dapat berkumpul, bersilaturahmi, serta membangun rasa kebersamaan
melalui kegiatan yang dilaksanakan secara gotong royong.
“Kami berharap kegiatan seperti
ini dapat terus dilaksanakan pada momentum-momentum lainnya. Pemerintah Desa
tentu akan mendukung kegiatan positif yang mampu mempererat persatuan warga
sekaligus menjaga warisan budaya yang kita miliki,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat juga
terlihat dari keterlibatan warga dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Mulai
dari persiapan lokasi hingga berlangsungnya pertunjukan, masyarakat
bersama-sama menciptakan suasana yang aman, tertib dan nyaman.
Selain sebagai hiburan,
pertunjukan Kuda Kepang menjadi momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap
budaya kepada generasi penerus. Warisan seni tradisional diharapkan tidak hanya
menjadi tontonan, tetapi juga dapat terus dipelajari dan dikembangkan oleh
generasi muda.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan
RI di Desa Bawahan Selan pun menjadi momentum untuk memperkuat semangat
persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap tanah air. Semangat kemerdekaan
diwujudkan tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui
kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersamaan dan melestarikan budaya.
Dengan adanya pertunjukan Kuda Kepang ini, warga Desa Bawahan Selan menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya, sehingga seni tradisional tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
