Perkuat Kapasitas Garda Terdepan Mutu Pendidikan, Disdik Banjar Gelar Peningkatan Kompetensi Pengawas dan Penilik Tahun 2026
BANJARBARU, InfoPublik – Guna memperkuat peran strategis dalam penjaminan mutu serta pengawalan transformasi pendidikan di daerah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Seksi PTK PAUD dan PNF sukses menyelenggarakan Kegiatan Peningkatan Kompetensi Pengawas dan Penilik Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama satu hari di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (19/8/2026).
Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari 11 pengawas TK dan sembilan penilik PAUD. Penguatan kapasitas diberikan untuk mendukung peran pengawas dan penilik sebagai garda terdepan dalam penjaminan mutu serta pendampingan satuan pendidikan di tengah perkembangan kebijakan dan transformasi pendidikan.
Kepala Seksi PTK PAUD dan PNF Disdik Kabupaten Banjar, Syrajudin, S.Pd., S.Kom., dalam laporannya menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi agar pengawas dan penilik semakin profesional serta adaptif terhadap dinamika pendidikan. Materi dan pendampingan teknis disampaikan narasumber profesional dari BGTK Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Disdik Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, S.T., M.S., saat membuka kegiatan mengatakan paradigma pengawasan pendidikan terus berkembang seiring tuntutan peningkatan mutu. “Sebagai garda terdepan dalam penjaminan mutu, peran Pengawas dan Penilik tidak lagi sekadar melakukan supervisi administratif, melainkan harus bertransformasi menjadi mitra strategis satuan pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan Perencanaan Berbasis Data (PBD) menjadi bagian penting dalam proses pendampingan satuan pendidikan. “Kita akan memperkuat Perencanaan Berbasis Data agar setiap satuan pendidikan mampu mengambil langkah perbaikan berdasarkan bukti nyata dari Rapor Pendidikan,” jelasnya.
Selain PBD, peserta juga mendapatkan penguatan keterampilan coaching dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung efektivitas pelaksanaan tugas. “Saya berharap, teknologi ini tidak dilihat sebagai beban, melainkan alat untuk memudahkan tugas Bapak dan Ibu dalam mengawal kinerja guru dan kepala sekolah agar lebih fokus pada kualitas pembelajaran,” tambah Hj. Liana.
Kegiatan diikuti dengan antusias melalui diskusi dan pendampingan teknis bersama narasumber. Pengawas dan penilik diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk memperkuat pendampingan satuan PAUD dan PNF, sehingga peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Banjar dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
