Dukung Swasembada Pangan, BBPP Binuang dan Distan Banjar Tingkatkan 30 Penyuluh Pertanian
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Banjar mendampingi pembukaan Pelatihan Penyiapan Tenaga Aparatur Pertanian Mendukung Swasembada Pangan. Bertempat di Aula Distan Banjar, langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam memperkuat kapasitas para pengawal pangan di lapangan.
Kegiatan yang diinisiasi Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang ini dilaksanakan berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 29 hingga 31 Juli 2026.
Kegiatan dihadiri Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (Kapuslatan BPPSDMP Kementan), Tedy Dirhamsyah yang berkesempatan membuka kegiatan secara hybrid, mengungkapkan bahwa penyuluh pendamping memegang peran vital dalam mengawal keberhasilan program strategis nasional, Rabu (29/7/2026).
Melalui perannya, para penyuluh didorong menjadi garda terdepan dalam mendampingi petani mengakselerasi program Brigade Pangan (BP), Cetak Sawah Rakyat (CSR), hingga Optimalisasi Lahan (Oplah) berbasis modernisasi pertanian.
“Penyuluh diharapkan menjadi pendamping aktif bagi petani di lapangan. Salurkan pemahaman serta terapkan ilmu yang telah didapatkan pada pelatihan ini kepada Brigade Pangan dan para petani,” tegasnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 orang penyuluh pendamping yang bertugas di wilayah kerja Kabupaten Banjar.
“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah nyata dalam menyiapkan kapasitas tenaga aparatur penyuluh, khususnya di wilayah Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Pertanian Banjar Warsita, didampingi jajarannya eselon III baik Sekretaris dan Kepala Bidang lingkup Dinas Pertanian.
Dalam sambutannya Warsita menyampaikan apresiasi serta penghargaan Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang yang telah menunjuk Kabupaten Banjar sebagai lokasi pelatihan. "Kegiatan dari Kementerian Pertanian ini sangat luar biasa dan sangat dibutuhkan oleh daerah kami guna penyegaran serta menjaga keberlangsungan ketahanan pangan," ujar Warsita.
Kabupaten Banjar memiliki potensi pertanian yang sangat luas, dengan Lahan Baku Sawah (LBS) menjadikannya terbesar kedua di wilayah regional. "Melalui kolaborasi dan kerja keras bersama, terjadi peningkatan produksi beras yang signifikan, hingga mampu menjadi penyangga suplai pangan bagi Provinsi Kalimantan Tengah serta kota-kota besar di sekitarnya yang letaknya berdekatan dengan Kota Banjarbaru," ucap Warsita.
Kendati demikian, masih ada tantangan besar yang menjadi pekerjaan rumah bersama, khususnya bagi para penyuluh pertanian. Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengubah mindset atau pola pikir masyarakat dalam mengoptimalkan pengelolaan lahan dan meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan," pungkas Warsita.
(Brigade Distan Syaripuddin)
