Klinik Hewan Kawanku Bungas Jadi Percontohan, Distan Banjar Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Dalam upaya mewujudkan pelayanan publik yang prima dan akuntabel, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar menggelar rapat koordinasi (Rakor) serta evaluasi Standar Pelayanan di Aula Distan, Selasa (28/7/2026).
Langkah ini diambil sebagai bagian dari pemantauan berkelanjutan terhadap efektivitas penyelenggaraan pelayanan publik yang berlaku di lingkungan Dinas Pertanian. Evaluasi menyeluruh difokuskan pada penyesuaian dan optimalisasi standar pelayanan agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Forum evaluasi ini menghadirkan jajaran internal Dinas Pertanian termasuk pejabat Eselon III, Kepala UPTD, pejabat fungsional, Kepala Desa Tungkaran, media massa, hingga komunitas pecinta hewan dan pengguna jasa klinik. Pelibatan berbagai elemen lintas sektor ini bertujuan untuk menyerap masukan dan kritik membangun dari masyarakat demi mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.
Sekretaris Distan Banjar Retno Sri Murwani mengatakan, pelayanan publik merupakan wajah birokrasi yang menjadi tolok ukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
“Pelayanan publik merupakan wajah birokrasi. Kualitas pelayanan yang diberikan akan menentukan tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Oleh karena itu, penyusunan, penerapan, pemantauan dan evaluasi standar pelayanan harus menjadi perhatian kita bersama sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, akuntabel dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” kata Retno.
Ia menjelaskan, seluruh standar pelayanan di lingkungan Distan Kabupaten Banjar telah disahkan oleh Kepala Dinas Pertanian Warsita, yang mencakup berbagai jenis layanan administrasi maupun teknis.
Pada tahap awal evaluasi tahun 2026, Klinik Hewan Kawanku Bungas dipilih sebagai model percontohan untuk penyempurnaan standar pelayanan sebelum diterapkan di seluruh unit layanan Distan Banjar.
Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Banjar drh Lulu Vilavardi menegaskan, evaluasi tersebut tidak hanya bertujuan memenuhi standar pelayanan publik, tetapi juga mendorong pengembangan layanan kesehatan hewan yang lebih modern, profesional dan mudah dijangkau masyarakat.
Menurutnya, Klinik Hewanku Bungas terus melakukan berbagai inovasi sebagai bentuk komitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan hewan di Kabupaten Banjar.
“Kami tidak hanya berfokus pada pemenuhan standar pelayanan, tetapi juga terus melakukan inovasi agar masyarakat memperoleh layanan kesehatan hewan yang semakin baik,” ucap drh Lulu.
Melalui pengembangan Klinik Hewanku Bungas, pihaknya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan pasien setiap tahun, peningkatan kualitas sarana dan prasarana.
“Lalu, penguatan layanan Klinik Hewan Keliling atau Lakiku Bungas, pengembangan Apotek Kecil Klinik Hewan atau Acilku Bungas, serta mewujudkan pelayanan yang semakin modern, berkualitas dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tuturnya.
Ia menambahkan, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Pertanian untuk menghadirkan layanan kesehatan hewan yang lebih cepat, mudah diakses dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat maupun para peternak di Kabupaten Banjar.
(Brigade Distan Syaripuddin)
