Hasil Ubinan Menggembirakan, Lahan Oplah Kelurahan Gambut Buktikan Efektivitas Produktivitas Padi

Dinas Pertanian Kabupaten Banjar (Distan) bersinergi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gambut menggelar panen dan ubinan bersama di lahan lokus Optimalisasi Lahan (Oplah) Brigade Pangan Gambut Putra di hamparan lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Berkat Mufakat Mutiara, Kelurahan Gambut, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan ubinan ini dilakukan sebagai langkah ilmiah yang sederhana untuk memprediksi perkiraan hasil produktivitas padi per hektare di wilayah Kelurahan Gambut. Melalui sinergi instansi terkait, dan para petani lokal, program Opla diharapkan dapat terus mendongkrak capaian sektor pertanian demi memperkuat ketahanan pangan daerah.  

Kegiatan dihadiri ​Pj Swasembada Pangan Kalimantan Selatan Freddy, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Ketua Kelompok Substansi Kalimantan Selatan, ​Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Banjar, Anggota Dewan Kabupaten Banjar Helda, Camat Gambut Ramdani, Lurah Gambut, Koordinator Penyuluh serta PPL Gambut, anggota kelompok tani. 

Sinergi kuat antara dinas terkait, penyuluh, dan kelompok tani menjadi kunci sukses pelaksanaan program prioritas Kementerian Pertanian di Kabupaten Banjar, khususnya dalam mengawal program Optimalisasi Lahan (Oplah). Dalam agenda panen raya tersebut, apresiasi besar diberikan kepada jajaran penggerak di lapangan, termasuk Korbal Gambut, hingga Brigade Pangan Gambut Putra yang dinilai konsisten menjaga semangat kolaborasi. "Kerja sama ini terbukti dalam menggerakkan program besar sektor pertanian di daerah yang tidak mungkin bisa berjalan sendiri-sendiri" ujar Warsita.

Tambah Warsita, "​Tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat, mengingat baru sekitar 20 persen lahan yang menerapkan indeks pertanaman dua kali setahun (IP 200). Melalui sentuhan mekanisasi dan program pertanian modern dari Kementerian. Program percontohan tersebut diharapkan tidak hanya mengedukasi petani setempat, tetapi juga menjadi motor penggerak utama intensifikasi padi di masa depan," tutup Warsita.

Dari hasil ubinan, varietas padi Siam Rukut mencatatkan angka yang menggembirakan, yakni mencapai 3,3 kilogram untuk sampel ukuran 2,5 x 2,5 meter. Angka ini setara dengan potensi produktivitas sebesar 5,4 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektare sebuah capaian yang membuktikan efektivitas program Oplah di lahan Gambut.

Di sela-sela diskusi, ruang dialog yang hangat dimanfaatkan oleh para petani untuk menyampaikan aspirasi mereka. Salah satu anggota kelompok tani, Suryani, mengungkapkan harapan besar agar para petani di lapangan diberikan kemudahan akses dalam memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi guna mendukung operasional alat mesin pertanian modern.
(Brigade Distan Syaripuddin)


Komentar