Kabupaten Banjar Raih Capaian Gemilang Program Kemendukbangga, Siap Songsong Anggaran BOKB 2027
- DINAS SOSIAL, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN, PERLINDUNGAN ANAK, PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA BERENCANA, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,
- dinsosppkb
- 5
Banjarmasin, Info Publik – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Banjar, khususnya Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, menghadiri agenda krusial dalam upaya penguatan program ketahanan keluarga tingkat provinsi. Kegiatan bertajuk "Penyusunan dan Penginputan Usulan BOKB Tahun Anggaran 2027 serta Monitoring dan Evaluasi Program Kemendukbangga/BKKBN" yang diselenggarakan di Aula Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan, Kamis 9/7/2026.
Agenda ini dihadiri langsung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB Kabupaten/Kota Provinsi Kalsel untuk mengevaluasi menu BOKB berjalan sekaligus memetakan strategi usulan anggaran tahun 2027 mendatang. Dalam forum tersebut, Kabupaten Banjar berhasil menunjukkan performa impresif pada rilis data resmi terbaru (per Juli 2026), dengan mendominasi beberapa indikator utama Program Kemendukbangga di tingkat provinsi:
● Peringkat Tertinggi Peserta KB Aktif (PA) Modern: Kabupaten Banjar menempati posisi 3 besar tertinggi se-Kalimantan Selatan dengan capaian memuaskan sebesar 106,97% (75.828 akseptor dari target 70.887).
● Juara Capaian Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING): Menduduki peringkat 3 tertinggi dalam program prioritas nasional pencegahan stunting lewat gerakan donasi dengan capaian 41,7%.
● Pelopor Utama Sekolah Lansia: Menjadi jawara mutlak di Kalimantan Selatan dalam klaster pembinaan Bina Keluarga Lansia (BKL) via SIDAYA dengan capaian 203,70% (55 capaian dari target 27), memimpin jauh di atas kabupaten/kota lain.
● Posisi Pertama Persentasi Capaian Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI): Mencatatkan progres terbaik dalam capaian peserta GATI sebanyak 80,37%.
● Progres Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK): Secara administratif, tim kerja Kabupaten Banjar juga mencatatkan progres penyusunan dokumen PJPK yang solid di angka *87,50%
Keberhasilan Kabupaten Banjar di tingkat provinsi ini berbanding lurus dengan penguatan program di internal daerah. Menariknya, sebelum bertolak ke forum evaluasi provinsi, Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar baru saja melaksanakan aksi nyata penguatan ketahanan keluarga melalui pemberian penghargaan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) pada saat pelaksanaan Apel Senin lalu di halaman kantor DinsosP3AP2KB Kab. Banjar.
Penghargaan GATI tersebut diserahkan langsung kepada para ayah yang dinilai mendukung penuh dan menjadi role model nyata dalam gerakan "Ayah Mengantar Anak ke Sekolah" serta "Ayah Mengambil Raport Anak ke Sekolah".
Sinkronisasi antara program inovasi daerah seperti penghargaan GATI dan capaian makro di tingkat provinsi ini membuktikan bahwa Kabupaten Banjar berkomitmen penuh membangun ketahanan keluarga secara menyeluruh, baik dari pemenuhan layanan KB hingga keterlibatan aktif figur ayah dalam pengasuhan anak.
Kepala Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Hj. Erny Wahdini, yang hadir langsung memimpin delegasi Kabupaten Banjar di Aula BKKBN Provinsi Kalsel, menghubungkan langsung momentum penghargaan daerah dengan evaluasi provinsi tersebut "Alhamdulillah, capaian semester ini menunjukkan bahwa kerja keras kita di Kabupaten Banjar diakui di tingkat provinsi. Kita berhasil berada di posisi teratas untuk Sekolah Lansia (203,70%), masuk 3 besar untuk Program GENTING dan Peserta KB Aktif Modern (106,97%), serta unggul dalam Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
Prestasi makro ini menjadi semakin bermakna karena sangat sinkron dengan gerakan riil kita di lapangan. Baru saja pada Apel Senin lalu, Dinsos P3AP2KB memberikan penghargaan khusus untuk Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI). Kami memberikan apresiasi tinggi kepada para ayah hebat—baik dari instansi internal kami, tim penggerak teknis, tim penggerak lapangan, hingga perwakilan masyarakat—yang telah menjadi role model dalam mengantar anak ke sekolah dan mengambil raport. Ini adalah hulu dari ketahanan keluarga; keterlibatan ayah adalah pondasi karakter anak.
Namun, seperti yang saya sampaikan, capaian dan penghargaan ini harus menjadi bahan bakar untuk menyusun masa depan yang lebih baik. Melalui penginputan usulan BOKB TA 2027 yang sedang kita susun sekarang, kita harus memastikan program ketahanan keluarga seperti Sekolah Lansia, SSK, dan penguatan GATI ini terencana dengan anggaran yang presisi dan akomodatif. Kita ingin keseimbangan antara capaian pelayanan KB dan ketahanan pengasuhan keluarga benar-benar terwujud merata di Kabupaten Banjar." Ungkapnya.
“program ini tidak hanya memberikan kepuasan sementara terhadap pelayanan kepada masyarakat, kami tetap terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada masyarakat kab.banjar dan hal tersebut dibuktikan dengan capaian yg terus akn membaik dan meningkat pada akhir Tahun nanti”, Tambahnya.
Agusto/Adam Dinas Sosial P3AP2KB Kab. Banjar
