Disdik Banjar Bersama K3S Pengaron dan Sambung Makmur Perkuat Sinergi Penanganan Anak Tidak Sekolah
BANJAR, InfoPublik – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Pengaron dan Sambung Makmur menggelar rapat kerja dengan agenda Sosialisasi Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Kabupaten Banjar dalam mewujudkan layanan pendidikan yang merata, inklusif, dan berkualitas bagi seluruh anak usia sekolah.
Rapat kerja tersebut dihadiri Koordinator Wilayah Pendidikan, pengawas pendamping SD dan PAUD, Penilik Luar Sekolah (PLS), kepala SD, kepala SMP negeri, serta perwakilan kepala TK/PAUD se-Kecamatan Pengaron dan Sambung Makmur. Perwakilan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar oleh Sekretaris Disdik Banjar, Tisnohadi Harimurti, S.Sos., M.Ec.Dev., didampingi Kepala Bidang Pembinaan SD, Darmina Budiyanti, S.Pd., M.M., sebagai narasumber sekaligus pemberi penguatan terhadap kebijakan penanganan ATS.
Dalam arahannya, Sekretaris Disdik Banjar menegaskan bahwa penanganan Anak Tidak Sekolah merupakan program prioritas yang hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak sehingga diperlukan peran aktif satuan pendidikan dalam melakukan pendataan, verifikasi, hingga penjangkauan terhadap anak-anak yang belum maupun putus sekolah.
"Penanganan Anak Tidak Sekolah merupakan tanggung jawab bersama. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan setiap anak memperoleh haknya atas pendidikan melalui pendataan yang akurat, penjangkauan yang aktif, serta kolaborasi dengan pemerintah desa, orang tua, dan masyarakat. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis semakin banyak anak dapat kembali melanjutkan pendidikannya," ujar Tisnohadi Harimurti.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan SD, Darmina Budiyanti, memaparkan mekanisme pendataan ATS, pentingnya pemanfaatan data yang valid, identifikasi penyebab anak tidak bersekolah, serta langkah-langkah tindak lanjut yang perlu dilakukan oleh satuan pendidikan. Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor agar tidak ada anak usia sekolah yang kehilangan hak memperoleh pendidikan.
Suasana rapat berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi dan berbagi pengalaman dari para peserta. Sejumlah kepala sekolah menyampaikan tantangan yang dihadapi di lapangan sekaligus berbagi praktik baik dalam mengembalikan anak-anak yang tidak bersekolah ke bangku pendidikan. Forum ini menjadi ruang bersama untuk merumuskan strategi yang sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Melalui rapat kerja tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berharap terbangun komitmen bersama dalam mempercepat penanganan Anak Tidak Sekolah di Kecamatan Pengaron dan Sambung Makmur. Sinergi antara pemerintah, satuan pendidikan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif, bermutu, dan berkeadilan sehingga semakin banyak anak memperoleh kembali haknya untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.
