Pastikan Lingkungan Belajar Kondusif, Pengawas SMP Disdik Banjar Lakukan Monitoring MPLS Ramah
BANJAR, InfoPublik - Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, jajaran Pengawas Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan (Disdik) Banjar melaksanakan monitoring pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada 6–7 Juli 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya memastikan seluruh satuan pendidikan menyelenggarakan MPLS yang edukatif, aman, menyenangkan, serta bebas dari praktik perundungan maupun kekerasan.
Monitoring dilaksanakan secara serentak di sejumlah SMP yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Banjar. Para pengawas turun langsung ke sekolah untuk meninjau pelaksanaan kegiatan, memastikan pemenuhan indikator MPLS Ramah, serta mengamati proses adaptasi peserta didik baru terhadap lingkungan sekolah yang berlangsung dengan pendekatan yang humanis dan berpusat pada pemenuhan hak anak.
Adapun monitoring dilakukan oleh Rif'ah Radhiyati, M.Pd. di SMPN 1 Martapura Timur, SMPN 2 Martapura Timur, SMPN 3 Martapura, dan SMPN 1 Karang Intan. Rusita Dahlia, S.Pd. melakukan pemantauan di SMPN 1 Martapura, SMP Darussalam, dan SMPN 3 Pengaron. Sementara Amrullah, S.Pd. melaksanakan monitoring di SMPN 4 Astambul, SMPN 3 Simpang Empat, dan SMPN 1 Mataraman. Pengawas lainnya juga melaksanakan pemantauan di wilayah binaannya, yakni Any Fairianti, S.Pd. di SMPN 4 Sungai Tabuk dan SMPN 1 Sungai Tabuk, Pansinoor, S.Pd. di SMPN 2 Kertak Hanyar dan SMPN 2 Astambul, Hatriansyah, M.Pd. di SMPN 3 Cintapuri Darussalam, SMPN 2 Gambut, dan SMPN 6 Martapura, serta Robani, M.Pd. di SMPN 2 Martapura.
Koordinator Pengawas SMP Kabupaten Banjar, Rusita Dahlia, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh satuan pendidikan yang telah mempersiapkan pelaksanaan MPLS dengan baik. Menurutnya, masa pengenalan lingkungan sekolah merupakan tahapan penting dalam membangun rasa aman dan nyaman bagi peserta didik baru saat memasuki jenjang pendidikan yang baru.
"MPLS merupakan gerbang utama bagi siswa untuk mengenal rumah baru mereka dalam belajar. Kami ingin memastikan tidak ada lagi paradigma lama yang menakutkan atau membebani siswa. Melalui monitoring MPLS Ramah ini, kita bersama-sama mengawal agar sekolah benar-benar menjadi ekosistem yang aman, inklusif, dan menyenangkan, sehingga tumbuh motivasi belajar yang tinggi sejak hari pertama mereka masuk sekolah," ujar Rusita Dahlia.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa secara umum pelaksanaan MPLS Ramah di seluruh sekolah yang dipantau berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh kreativitas. Berbagai materi pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya positif, hingga pembentukan karakter disampaikan melalui metode yang interaktif dan menyenangkan, sehingga peserta didik dapat mengikuti kegiatan dengan antusias.
Melalui kegiatan monitoring ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar berharap komitmen seluruh satuan pendidikan dalam menerapkan prinsip-prinsip MPLS Ramah dapat terus terjaga. Lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan nyaman diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Banjar.
