Rembuk Stunting Desa Bawahan Seberang, Kecamatan Mataraman Ajak Semua Pihak Bersinergi Wujudkan Generasi Sehat

MATARAMAN-InfoPublik- Dalam upaya memperkuat komitmen bersama untuk percepatan penurunan angka stunting, Pemerintah Desa Bawahan Seberang melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting pada Minggu siang (28/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasi Kesejahteraan Sosial (Kessos) Kecamatan Mataraman, Adi Mulyadi, sebagai perwakilan Pemerintah Kecamatan Mataraman, bersama unsur pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Rembuk Stunting merupakan forum musyawarah yang bertujuan untuk menyepakati langkah-langkah strategis dalam pencegahan dan penanganan stunting melalui sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mengevaluasi pelaksanaan program yang telah berjalan sekaligus merumuskan rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Kasi Kessos Kecamatan Mataraman Adi Mulyadi menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan program prioritas nasional yang memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Pencegahan stunting harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan. Peran pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta dukungan keluarga sangat menentukan keberhasilan upaya penurunan angka stunting. Melalui rembuk stunting ini, kita dapat menyusun langkah yang tepat dan terarah sesuai kebutuhan masyarakat desa,” ujar Adi Mulyadi.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Selain itu, perhatian terhadap sanitasi lingkungan, pola hidup bersih dan sehat, serta pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal menjadi faktor penting dalam upaya pencegahan stunting.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai kondisi stunting di desa, hasil pendataan keluarga berisiko stunting, serta berbagai program intervensi yang telah dan akan dilaksanakan. Pembahasan juga mencakup upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, penguatan kegiatan posyandu, pemberian makanan tambahan bagi balita, serta edukasi gizi kepada masyarakat.

Pemerintah Desa Bawahan Seberang menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung program percepatan penurunan stunting melalui pengalokasian anggaran desa yang mendukung kegiatan kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok sasaran yang berisiko mengalami stunting.

Selain itu, kader posyandu dan tenaga kesehatan turut memberikan masukan terkait berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, mulai dari pemenuhan gizi keluarga, pola asuh anak, hingga pentingnya kehadiran masyarakat dalam kegiatan pelayanan kesehatan di desa.

Adi Mulyadi berharap hasil rembuk stunting dapat menjadi dasar dalam penyusunan program dan kegiatan yang lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, kita optimis target penurunan stunting dapat tercapai,” tambahnya.

Kegiatan Rembuk Stunting Desa Bawahan Seberang berlangsung dengan lancar dan penuh partisipasi dari seluruh peserta. Melalui forum ini, diharapkan lahir berbagai kesepakatan dan langkah konkret yang mampu mendukung upaya percepatan penurunan stunting serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Desa Bawahan Seberang dan Kecamatan Mataraman secara umum.(IP/BRIGADE/MATARAMAN/DIDI)


Komentar