BPBD Kabupaten Banjar Dorong Mitigasi Bencana Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Desa Tanjung Rema
Martapura, InfoPublik – BPBD Kabupaten Banjar melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan melaksanakan kegiatan Sosialisasi Dukungan Posyandu 6 SPM dalam Upaya Pemberdayaan Mitigasi Bencana bagi Disabilitas Tahun 2026 yang bertempat di Kantor Desa Tanjung Rema, Kabupaten Banjar, Selasa (23/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.30 hingga 14.30 WITA tersebut dihadiri oleh 28 peserta, termasuk enam penyandang disabilitas. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengurangan risiko bencana yang inklusif serta memastikan penyandang disabilitas mendapatkan akses yang setara dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Banjar H. Abdullah Fahtar menyampaikan bahwa penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian khusus dalam setiap tahapan penanggulangan bencana. Oleh karena itu, pendataan yang akurat dan keterlibatan mereka dalam perencanaan kebencanaan menjadi hal yang sangat penting.
"Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa penyandang disabilitas harus menjadi bagian dari perencanaan, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana. Dengan data yang baik dan keterlibatan aktif mereka, upaya pengurangan risiko bencana dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran," ujarnya.
Dalam sosialisasi tersebut juga disampaikan berbagai faktor yang menyebabkan penyandang disabilitas lebih rentan saat terjadi bencana, seperti keterbatasan akses informasi, minimnya partisipasi dalam pendidikan kebencanaan, kurangnya fasilitas pendukung, hingga belum optimalnya pendataan yang spesifik dan terintegrasi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menegaskan bahwa pembangunan ketangguhan daerah tidak dapat dilakukan tanpa melibatkan seluruh unsur masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
"Mitigasi bencana harus dilaksanakan secara inklusif. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan, akses informasi, dan kesempatan berpartisipasi dalam upaya pengurangan risiko bencana. BPBD Kabupaten Banjar berkomitmen untuk terus mendorong program-program kesiapsiagaan yang ramah dan berpihak kepada kelompok rentan," kata Wasis.
Melalui kegiatan ini, BPBD Kabupaten Banjar berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana yang inklusif semakin meningkat, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat lebih siap, tangguh, dan mampu mengurangi risiko saat menghadapi bencana.
