Menembus Debu Jalanan Batu Bara: Kisah Mariatul Kibtiah, Siswa Pelosok Peraih Lulusan Terbaik SMPN 1 Telaga Bauntung
TELAGA BAUNTUNG, InfoPublik – Suasana haru dan bangga menyelimuti ruang Laboratorium IPA SMP Negeri 1 Telaga Bauntung (Sabtu, 20/6/2026). Di ruangan tersebut, tangis bahagia pecah saat nama seorang siswa pelosok dipanggil sebagai lulusan terbaik. Di tengah keterbatasan akses geografis, sekolah ini kembali membuktikan mampu menetaskan mutiara bangsa yang tangguh dan sarat prestasi.
Kisah sukses Mariatul Kibtiah tidak ditulis di atas kemudahan. Ia mengawali langkahnya di SMPN 1 Telaga Bauntung dengan kondisi unik; ia adalah satu-satunya alumni dari Sekolah Dasar (SD) asalnya yang melanjutkan pendidikan ke sekolah ini. Keberanian melebur di lingkungan baru langsung diuji oleh tantangan geografis yang ekstrem setiap hari.
Untuk tiba di sekolah, Mariatul harus bertarung dengan jarak dan rute jalanan yang rusak, berbatu-batu tajam, serta kepulan debu pekat khas lintasan truk batu bara. Alih-alih menyerah pada kelelahan fisik, kondisi tersebut justru ia jadikan cambuk pembakar semangat. Kedisiplinan kehadirannya di sekolah mendekati angka sempurna, menjadikannya contoh teladan nyata bagi ratusan murid lainnya.
Langkah kakinya didorong oleh satu impian mulia: menjadi seorang Guru. Cita-cita tersebut tidak sekadar disimpan di kepala, tetapi dipupuk sejak dini dengan aktif mewakili sekolah dalam berbagai ajang kompetisi. "Tetaplah konsisten dalam belajar, karena langkah kecil yang dilakukan setiap hari akan menghasilkan perubahan besar," tegas Mariatul, membagikan prinsip hidup yang dipegangnya teguh selama tiga tahun terakhir.
Kepala SMPN 1 Telaga Bauntung, Bapak Sugeng Riyanto, S.Pd., memberikan penghormatan tinggi atas dedikasi yang ditunjukkan oleh anak didiknya tersebut. "Mariatul Kibtiah adalah representasi dari komitmen tanpa batas. Keberhasilannya menjadi Lulusan Terbaik SMPN 1 Telaga Bauntung Tahun 2026 harus menjadi inspirasi hidup bagi seluruh rekan-rekan dan adik kelasnya di pelosok ini. Kami mendoakan dan meyakini, dengan mental baja seperti ini, Mariatul akan meraih cita-citanya sebagai guru hebat di masa depan yang ikut andil besar membangun bangsa."
Acara pelepasan angkatan ke-17 ini ditutup dengan sesi jabat tangan penuh isak haru antara murid, guru, dan para orang tua. Dari ruang laboratorium kecil di sudut Kabupaten Banjar, seisi sekolah melepas Mariatul Kibtiah melangkah ke jenjang pendidikan menengah dengan keyakinan penuh bahwa mutiara pelosok siap mengguncang dunia.
