Disdik Banjar Perkuat Pendidikan Mitigasi Bencana melalui Pelatihan Kurikulum SD

MARTAPURA, InfoPublik – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar melalui Bidang Pembinaan SD menggelar Pelatihan Penyusunan Kurikulum Mitigasi Bencana Alam Jenjang SD Tahun 2026 di Guest House Sultan Sulaiman, pada 25-26 Mei  2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti sebanyak 369 peserta dari jenjang sekolah dasar di Kabupaten Banjar.

Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, Hj. Liana Penny, ST., MS. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, baik bencana banjir, gempa bumi, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, maupun bencana nonalam.

“Demikian pula halnya dengan Kabupaten Banjar, bencana yang sering terjadi di daerah kita yaitu banjir, kebakaran lahan, dan angin puting beliung. Bencana itu kerap terjadi pada waktu yang tidak bisa diprediksi sebelumnya. Karena itu perlunya sikap waspada dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana,” ujar Liana Penny.

Ia menegaskan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sarana membangun karakter, budaya sadar risiko, serta kemampuan peserta didik dalam menghadapi situasi darurat. Oleh sebab itu, kehadiran kurikulum mitigasi bencana di sekolah dasar dinilai menjadi langkah penting untuk menanamkan pemahaman dan keterampilan tanggap bencana sejak usia dini.

“Mitigasi bencana bukan hanya soal teori di dalam kelas. Ini adalah investasi keselamatan generasi masa depan. Anak-anak perlu dibiasakan mengenali risiko bencana di lingkungan mereka, memahami prosedur penyelamatan diri, dan memiliki kepedulian terhadap keselamatan bersama,” katanya.

Menurutnya, peran guru sangat penting dalam membangun pola pikir kesiapsiagaan tersebut. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pendidik, tetapi juga agen perubahan yang mampu menanamkan ketenangan, kepedulian, disiplin, dan kesiapsiagaan kepada peserta didik.

Liana Penny juga mengajak seluruh sekolah memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti BPBD, Dinas Kesehatan atau puskesmas, aparat setempat, serta masyarakat sekitar agar pendidikan mitigasi bencana dapat berjalan efektif sesuai kondisi wilayah masing-masing. “Akhirnya tercipta sekolah yang aman, nyaman, dan tangguh terhadap bencana,” tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BPMP Provinsi Kalimantan Selatan dan BPBD Kabupaten Banjar. Pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas pendidik dalam mengintegrasikan materi mitigasi bencana ke dalam kurikulum pembelajaran secara kontekstual, meliputi konsep pendidikan mitigasi bencana, integrasi materi ke dalam pembelajaran, serta penguatan budaya aman di sekolah.


Komentar